Latar News - RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Sirkuit balap tak lagi sekadar menjadi arena adu kecepatan. Di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, pengunjung kini dapat menyelami langsung bagaimana sebuah ajang balap internasional dikelola melalui program Edu Wisata Mandalika.
Program yang digagas pengelola sirkuit ini dirancang sebagai sarana edukasi terbuka bagi korporasi, institusi pendidikan, komunitas, hingga kelompok masyarakat umum. Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya mengenal lintasan balap, tetapi juga memahami sistem operasional, manajemen event, hingga standar keselamatan yang diterapkan di sirkuit berstandar internasional itu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai konsep pengelolaan kawasan dan kalender event motorsport, baik nasional maupun internasional. Peserta kemudian diajak meninjau langsung Race Control Room, pusat kendali utama saat balapan berlangsung.
Di ruangan ini, pengunjung mendapat penjelasan tentang mekanisme pengawasan lomba, sistem komunikasi antar petugas, hingga pemantauan lintasan melalui jaringan CCTV yang menjangkau seluruh area sirkuit. Penjelasan tersebut memberikan gambaran konkret tentang kompleksitas pengamanan dan pengaturan jalannya balapan.
Tak hanya itu, peserta juga mengunjungi area paddock serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Dari sana, mereka dapat melihat bagaimana ekosistem motorsport bekerja secara terintegrasi, mulai dari kesiapan tim, teknis kendaraan, hingga logistik event.
Sebagai bagian dari pengalaman langsung, peserta Edu Wisata diberi kesempatan berkeliling lintasan menggunakan motor tipe adventure (ADV) sejauh tiga lap. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung merasakan karakter aspal dan layout sirkuit yang kerap digunakan dalam ajang balap internasional.
Yoshua Wicaksono dari PT Nutrifood Indonesia mengaku mendapatkan pengalaman berbeda saat mengikuti Edu Tour bersama distributor dari Bali dan Nusa Tenggara.
“Lagi jalan-jalan bareng distributor Bali dan Nusa Tenggara, kami adain acara di Sirkuit Mandalika. Acaranya seru banget, dimulai dengan keliling sirkuit pakai motor ADV tiga lap, lalu Edu Tour. Kita dapat penjelasan bagaimana sirkuit ini dikelola, lanjut ke race control, dan ke area paddock. Pengalamannya mantap. Terima kasih, jangan lupa datang dan rasain sendiri experiencenya di Sirkuit Mandalika, Lombok,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan bahwa program Edu Wisata tidak hanya menyasar sektor korporasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Menurutnya, edukasi motorsport perlu dibuka seluas-luasnya agar masyarakat memahami bahwa industri balap tidak hanya soal kompetisi di lintasan, melainkan juga menyangkut manajemen, teknologi, keselamatan, hingga peluang ekonomi.
“Melalui Edu Wisata, kami ingin membuka akses edukasi motorsport yang lebih luas, termasuk bagi institusi pendidikan. Harapannya, Mandalika bisa menjadi ruang belajar langsung tentang pengelolaan sirkuit, keselamatan, dan industri motorsport,” kata Priandhi.
Ia menambahkan, pengelolaan sirkuit dilakukan oleh MGPA yang ditunjuk oleh InJourney Tourism Development Corporation untuk memastikan standar internasional tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah.
Dengan hadirnya program ini, Mandalika diproyeksikan tidak hanya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran industri motorsport di Indonesia. MGPA pun mengajak berbagai pihak untuk datang ke Lombok dan merasakan langsung pengalaman edukatif sekaligus sensasi menjajal lintasan balap bertaraf internasional.