Latar News - batampos - Formula E tidak sekadar memulai musim baru, tetapi membuka babak baru dalam sejarah kejuaraan balap mobil listrik dunia.
Mulai musim 2026–2027, penyelenggara menghadirkan berbagai perubahan signifikan, mulai dari mobil generasi terbaru hingga format balapan baru yang disebut - sebut membuat Formula E semakin menyerupai Formula 1 (F1).
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya Formula E untuk meningkatkan daya saing sekaligus memberikan tontonan yang lebih atraktif bagi penggemar.
Generasi mobil berikutnya berpotensi melampaui performa F1 dalam beberapa aspek, terutama terkait akselerasi dan teknologi kendaraan listrik.
Mobil mampu menghasilkan tenaga hingga 600 kW saat Attack Mode aktif dan memiliki kecepatan maksimum sekitar 335 kilometer per jam.
Gen4 menggunakan sistem penggerak empat roda secara permanen serta dua konfigurasi aerodinamika berbeda untuk sesi kualifikasi dan balapan.
Konsep tersebut dinilai mirip dengan Sprint Race yang telah lebih dulu diterapkan Formula 1. Musim 2026 – 2027 akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Formula E dengan total 21 balapan di 13 kota.
Beberapa sirkuit legendaris yang identik dengan Formula 1, seperti Circuit of the Americas di Austin, Brands Hatch di Inggris, dan Zandvoort di Belanda akan masuk dalam kalender baru.(*)