Latar News - Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026) dalam serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Oleh Putu Merta Surya Putra
Diterbitkan 01 Maret 2026, 09:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Liputan6.com, Teheran Televisi pemerintah Iran pada Minggu mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Seperti dilansir dari Antara, Minggu (1/3/2026), dalam laporan tersebut Televisi pemerintah Iran pada Minggu mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
BACA JUGA: Kontroversi Piala Dunia 2026: Suporter Iran Kehilangan Jatah Tiket Resmi
BACA JUGA: Balas Serangan Amerika, Iran Luncurkan Rudal ke Tiga Negara Sekaligus
Menurut laporan tersebut, Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya menjabat sebagai Presiden Iran dari 1981 hingga 1989, sebelum diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989. Hal ini menjadikannya salah satu kepala negara dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah.
Advertisement
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi kabar kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat AS yang hebat, serta orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia yang telah dibunuh atau dilukai secara brutal oleh Khamenei dan kelompok preman haus darahnya," tulis Trump via media sosialnya pada Sabtu (28/2/2026).
"Ia tidak mampu menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih, dan dengan bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa ia, maupun para pemimpin lain yang tewas bersamanya, lakukan untuk mencegahnya."
Trump Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Perbesar
Trump melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan, "Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC, militer, serta pasukan keamanan dan kepolisian mereka, tidak lagi ingin bertempur dan sedang mencari jaminan kekebalan dari kami. Seperti yang saya katakan tadi malam, 'Saat ini mereka masih bisa memperoleh kekebalan. Jika terlambat, yang tersisa bagi mereka hanyalah kematian!'"
"Semoga IRGC dan kepolisian dapat bergabung secara damai dengan para patriot Iran, dan bekerja bersama sebagai satu kesatuan untuk mengembalikan negara itu pada kejayaan yang layak didapatkannya. Proses itu harus segera dimulai, sebab yang terjadi bukan hanya kematian Khamenei, melainkan juga bahwa dalam satu hari saja negara tersebut telah sangat hancur, bahkan porak -poranda," sebut Trump.
"Pengeboman besar dan tepat sasaran, bagaimanapun, akan terus berlanjut tanpa gangguan sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kami: PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BAHKAN, DI SELURUH DUNIA!"
AS dan Israel melancarkan serangan militer ke sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu pagi waktu setempat.
Sebelum konfirmasi Trump muncul, PM Israel Benjamin Netanyahu lebih dulu mengatakan bahwa ada "banyak tanda" yang menunjukkan Khamenei telah tewas.
Iran
Amerika Serikat
Ali Khamenei
Israel
perang
Trending Terkini
Advertisement
Putu Merta Surya PutraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan