Latar News - TRIBUN-VIDEO.COM - Jerman menolak seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mendukung operasi militer melawan Iran.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan konflik tersebut bukan perang NATO, sehingga pihaknya enggan ikut campur.
Dalam wawancara di Berlin pada Senin (16/3/2026), Pistorius mempertanyakan kehadiran segelintir kapal perang Eropa di Selat Hormuz.
Ia juga menyindir Angkatan Laut AS yang disebutnya tangguh, namun masih memerlukan bantuan.
Terkait ancaman Trump, Pistorius yakin bahwa NATO tidak akan bubar hanya karena perbedaan pandangan soal Iran.
"Ini bukan perang kita (NATO), kita tidak memulainya," kata Pistorius, dikutip dari The Times of Israel, Senin (16/3/2026).
Sebelumnya, Presiden AS memberikan ancaman terselubung terhadap aliansi NATO.
Trump menyebut negara-negara NATO akan menghadapi masa depan yang sulit jika tidak ikut bergabung melawan Iran di Selat Hormuz.
Sejauh ini, Australia telah menyatakan tidak akan mengirim kapal ke perairan tersebut.
Sementara Jepang belum memiliki rencana dan masih terus mengamati situasi di Timur Tengah.
Kemudian Inggris saat ini bekerja sama dengan berbagai negara sekutu untuk mencari langkah yang dapat memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Namun, London menegaskan bahwa rencana itu tidak akan berada di bawah payung NATO.