Latar News - BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Upaya memperkuat ekosistem pasar kerja terus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung menggelar Konsolidasi Informasi Pasar Kerja Sektoral 2026 di Grand Sunshine, Soreang, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 96 peserta yang terdiri dari perwakilan perusahaan, asosiasi industri, hingga pakar ketenagakerjaan. Forum ini bertujuan memperkuat koordinasi serta meningkatkan akurasi data pasar kerja di Kabupaten Bandung agar kebijakan ketenagakerjaan lebih tepat sasaran.
Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Dadang Komara, menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi lebih dari 52 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bandung.
Berita Terkait:
Kadis Perkim Bandung Barat Sukarela Bangun Rumah Warga Kurang Mampu di Sarimukti
Guyub Usaha Lokal KBB Perkuat Kepedulian Sosial, Santuni Ratusan Anak Yatim di Momen HUT KBB ke-19
Semangat Berbagi di HUT KBB ke-19, Pengusaha Lokal Gelar 19 Tumpeng dan Santunan 119 Anak Yatim
Air Mata Haru Warnai Pelepasan Siswa SLB Ngamprah Raya KBB, Bukti Keterbatasan Bukan Penghalang Prestasi
“Forum ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret terhadap persoalan pengangguran serta dampak pemutusan hubungan kerja yang saat ini dirasakan di sejumlah sektor industri,” ujar Dadang.
Sementara itu, perwakilan Pusat Pasar Kerja (Pasker) Kemnaker RI, Sigit Ari Prasetyo, menyoroti tantangan besar dunia kerja di era digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja modern.
Menurut Sigit, Kemnaker telah menghadirkan platform Skill Hub dan Career Hub yang menyediakan layanan pelatihan serta sistem rekrutmen terintegrasi untuk mempercepat penempatan tenaga kerja nasional yang telah terverifikasi.
“Melalui digitalisasi layanan ini, kami ingin memastikan proses peningkatan keterampilan hingga penempatan tenaga kerja dapat berlangsung lebih cepat dan transparan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menekan angka pengangguran melalui berbagai program strategis, termasuk pencetakan 50.000 wirausaha muda.
Ali juga mengajak dunia usaha untuk memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal, sekaligus mendorong masyarakat meningkatkan keterampilan teknis agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
“Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya. (Fey)
Baca berita lainnya di Google News atau klik Indeks Berita .
TAGS: #disnaker bandung #Kemnaker #Pengangguran di Kabupaten Bandung #Soreang
Bagikan Berita: