Latar News - RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 24 Maret setiap tahunnya di Indonesia menjadi hari penting. Pasalnya diperingati sebagai Hari Bandung Lautan Api.
Peringatan ini bertujuan untuk mengenang salah satu peristiwa upaya mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi pada 24 Maret 1946.
Peristiwa itu melibatkan tentara Indonesia, laskar pejuang, dan rakyat Bandung. Mereka membakar bangunan dan rumah mereka sendiri karena tidak rela daerahnya diduduki tentara Sekutu.
Hal itu dikarenakan beberapa pekan usai proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, pasukan Inggris sebagai wakil Sekutu masuk ke Indonesia. Tujuannya untuk membebaskan warga Eropa yang menjadi tawanan perang, melucuti dan memulangkan tentara Jepang, serta memulihkan tatanan di Indonesia sampai Belanda dapat mengelola kembali bekas kawasan jajahannya itu.
Pada tanggal 24 Maret 1946, warga Bandung mulai mengungsi dengan membawa barang seadanya. Sebagian bertugas mengatur jalannya evakuasi, sementara yang lain menyelamatkan dokumen-dokumen penting.
Pada malam hari para pejuang mengambil langkah drastis dengan membakar dan meledakkan sejumlah bangunan strategis agar tidak dimanfaatkan oleh pihak Sekutu. Salah satu aksi heroik dilakukan oleh Muhammad Toha yang meledakkan gudang amunisi dan gugur dalam peristiwa itu.
Menjelang tengah malam, hampir seluruh wilayah Bandung dilalap api sampai tampak seperti lautan api. Peristiwa bersejarah itulah yang lantas dikenal sebagai Bandung Lautan Api dan terus dikenang sampai saat ini.