Latar News - HOUSTON, LELEMUKU.COM – NASA telah menetapkan empat astronot yang akan terbang dalam misi Artemis II, penerbangan berawak pertama program Artemis yang akan mengelilingi Bulan pada akhir 2026.
Misi Artemis II akan menjadi misi bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak program Apollo, manusia akan kembali melintasi sabuk Van Allen dan mengelilingi Bulan tanpa mendarat. Berikut adalah latar belakang keempat anggota kru tersebut.
Reid Wiseman ditunjuk sebagai Komandan misi. Astronot asal Amerika Serikat ini pernah terbang ke luar angkasa pada misi Space Shuttle STS-132 pada tahun 2010 dan menjabat sebagai Chief of the Astronaut Office NASA sebelum ditugaskan ke Artemis II. Wiseman dikenal sebagai pilot berpengalaman dan pemimpin yang tenang di bawah tekanan.
Victor Glover menjabat sebagai Pilot. Ia adalah astronot Amerika Serikat yang pernah menjalani misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2020-2021 dengan pesawat SpaceX Crew-1. Glover menjadi astronot kulit hitam pertama yang tinggal lama di ISS dan dikenal dengan dedikasinya terhadap keragaman di program luar angkasa.
Christina Koch merupakan anggota kru perempuan. Ia memegang rekor sebagai astronot perempuan yang paling lama tinggal di luar angkasa (328 hari) selama misi ekspedisi 59-60 di ISS pada 2019-2020. Koch juga merupakan bagian dari tim yang melakukan spacewalk terpanjang yang pernah dilakukan oleh perempuan. Pengalamannya dianggap sangat berharga untuk misi Artemis II yang melibatkan perjalanan jauh dari Bumi.
Jeremy Hansen adalah astronot dari Kanada yang ditunjuk melalui kesepakatan antara NASA dan Canadian Space Agency. Ia akan menjadi astronot Kanada pertama yang terbang melampaui orbit Bumi rendah. Hansen adalah pilot jet tempur berpengalaman dan telah menjalani pelatihan astronot sejak tahun 2009. Keikutsertaannya dalam Artemis II menandakan kontribusi internasional dalam program Artemis.
Keempat astronot ini telah menjalani pelatihan intensif selama bertahun-tahun, termasuk simulasi peluncuran, manuver di luar angkasa, prosedur darurat, dan operasi kapsul Orion. Mereka juga melakukan latihan di fasilitas NASA di Houston serta di Kennedy Space Center untuk mempersiapkan setiap fase misi.
Misi Artemis II direncanakan berlangsung sekitar 10 hari dengan lintasan mengelilingi Bulan. Keberhasilan misi ini akan menjadi langkah krusial menuju pendaratan manusia kembali ke permukaan Bulan pada misi Artemis III yang direncanakan beberapa tahun kemudian.
Persiapan kru dan sistem pesawat ruang angkasa terus berjalan dengan ketat di bawah pengawasan NASA untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan misi bersejarah ini. (Evu)