Pemkot Malang Targetkan Kenaikan 20% Serapan Tenaga Kerja pada 2026
Latar News - Pemerintah Kota Malang menargetkan peningkatan serapan tenaga kerja sebesar 20% pada tahun 2026, didukung oleh kenaikan investasi. Akankah target ini tercapai dan menekan angka pengangguran?
23:02:22
Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) optimis akan terjadi peningkatan signifikan dalam serapan tenaga kerja pada tahun 2026 mendatang. Proyeksi ini menargetkan kenaikan sebesar 20 persen, atau setara dengan lebih dari 14 ribu orang, dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 11.700 tenaga kerja. Peningkatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang.
Kenaikan proyeksi serapan tenaga kerja Malang ini didasarkan pada target peningkatan investasi yang selaras di Kota Malang. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyatakan bahwa target tersebut realistis. Hal ini mengingat capaian serapan tenaga kerja pada tahun 2025 sudah mencapai sekitar 11.700 orang.
Dengan adanya target investasi yang lebih tinggi, Pemkot Malang berharap dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warganya. Upaya ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk terus menekan angka pengangguran terbuka. Berbagai program pendukung pun akan terus dijalankan untuk memastikan tercapainya target ini, demi meningkatkan serapan tenaga kerja Malang.
Investasi Dorong Peningkatan Serapan Tenaga Kerja Malang
Proyeksi kenaikan serapan tenaga kerja Malang secara signifikan pada tahun 2026 tidak lepas dari pertumbuhan investasi yang positif di Kota Malang. Pada tahun 2024, Pemkot Malang berhasil menarik investasi sebesar Rp2,4 triliun, melampaui target awal Rp1,4 triliun. Tren positif ini berlanjut pada tahun 2025, dengan angka investasi mencapai Rp3,11 triliun dari target Rp3,06 triliun.
Untuk tahun 2026, Pemkot Malang menargetkan perolehan investasi sekitar Rp3,6 triliun, meningkat 20 persen dari capaian tahun 2025. Arif Tri Sastyawan menjelaskan, "Kami mencatat 2025 serapan tenaga kerja sudah 11.700an. Artinya, kalau kenaikan investasi 20 persen (dari capaian 2025) maka untuk serapan tenaga kerjanya juga sama atau bahkan bisa lebih." Hal ini menunjukkan korelasi kuat antara investasi dan serapan tenaga kerja.
Beberapa sektor utama yang menjadi penyumbang investasi terbesar di Kota Malang adalah sektor makanan dan minuman, termasuk kafe, restoran, dan rumah makan, dengan kontribusi mencapai 45 persen. Kemudian, sektor properti menyumbang 25 persen, diikuti oleh sektor perhotelan dengan 20 persen. Pertumbuhan di sektor-sektor ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan serapan tenaga kerja.
Strategi Pemkot Malang Tekan Angka Pengangguran
Peningkatan serapan tenaga kerja Malang memiliki dampak langsung terhadap penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang. Data menunjukkan bahwa angka TPT terus mengalami penurunan, dari 6,10 persen pada tahun 2024 menjadi 5,69 persen pada tahun 2025. Apabila proyeksi serapan tenaga kerja pada tahun 2026 terealisasi, TPT diprediksi mampu ditekan hingga 5,4 persen.
Penurunan TPT ini sejalan dengan perkembangan positif nilai investasi yang berhasil diraup oleh Pemkot Malang, yang secara otomatis memperbanyak ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Selain mengandalkan investasi, Pemkot Malang juga memastikan program bursa kerja akan tetap berjalan pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya konkret untuk menekan angka pengangguran, meskipun jadwal penyelenggaraannya masih dalam tahap persiapan.
Melalui kombinasi peningkatan investasi dan program bursa kerja, Pemkot Malang berupaya menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih stabil. Fokus pada sektor-sektor produktif dan penyediaan platform pencarian kerja diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja dengan peluang yang ada, sehingga meningkatkan serapan tenaga kerja Malang secara keseluruhan.
Tantangan dan Optimisme Pencapaian Target Serapan Tenaga Kerja
Meskipun proyeksi serapan tenaga kerja Malang dan investasi terlihat menjanjikan, Arif Tri Sastyawan tidak memungkiri adanya tantangan dalam merealisasikan target tersebut. Salah satu contoh tantangan yang sering muncul adalah pelaporan aset, permodalan, dan jumlah tenaga kerja oleh investor yang baru diajukan menjelang akhir tahun.
Persoalan seperti ini, menurut Arif, perlu diminimalkan agar proses pembangunan dan pelaksanaan bisnis dapat segera berjalan. Dengan demikian, para pekerja dapat secepatnya mulai bekerja dan berkontribusi pada perekonomian. Pemkot Malang terus berupaya menyederhanakan birokrasi dan mempercepat proses perizinan untuk menarik lebih banyak investor.
Meski demikian, Pemkot Malang tetap optimistis bahwa target investasi maupun serapan tenaga kerja Malang dapat tercapai beriringan. Komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendukung pertumbuhan lapangan kerja menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan ini. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mengatasi tantangan yang ada.




