Latar News - SIMALUNGUN — Kepolisian Resor Simalungun kembali mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat dalam aksi balap liar yang kerap terjadi di jalan umum. Himbauan ini disampaikan sebagai bagian dari kegiatan Polri untuk masyarakat melalui Polres Simalungun Polda Sumatera Utara, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan.Saat dikonfirmasi pada Jumat, 27 Februari 2026, sekitar pukul 15.15 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan perbuatan berbahaya yang dapat mengancam nyawa. “Terkadang yang terlihat seru hanya berlangsung beberapa detik, tetapi dampaknya bisa dirasakan seumur hidup. Balap liar bukan hanya soal adu cepat di jalanan, risikonya sangat nyata,” ujar AKP Verry Purba.Ia mengungkapkan bahwa kecelakaan akibat balap liar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Risiko tersebut tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya. “Kecelakaan bisa mengancam keselamatan diri sendiri, merugikan orang lain, bahkan menimbulkan korban jiwa. Selain itu, aksi ini juga memicu keresahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.Menurut AKP Verry Purba, himbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif agar masyarakat tidak terjerumus pada kegiatan yang membahayakan, terlebih di bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa bulan suci seharusnya diisi dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat. “Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari kita jaga suasana tetap aman dan kondusif, bukan malah diwarnai dengan kegiatan yang berpotensi menimbulkan musibah,” ucapnya.Himbauan Polres Simalungun ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para remaja dan pemuda yang kerap menjadi pelaku balap liar. Polisi berharap peran keluarga dan lingkungan sekitar juga turut aktif dalam mengawasi serta mengingatkan anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kami mengajak para orang tua untuk lebih peduli dan mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hari dan waktu menjelang sahur,” ujar AKP Verry Purba.Ia menambahkan bahwa selain memberikan himbauan, pihak kepolisian juga akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap pelaku balap liar. Langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. “Upaya preventif tetap kami kedepankan melalui edukasi dan himbauan, namun penindakan tegas akan dilakukan apabila masih ditemukan pelanggaran,” ungkapnya.Dalam kesempatan tersebut, AKP Verry Purba juga menyoroti dampak sosial dari balap liar. Menurutnya, selain menimbulkan potensi kecelakaan, kegiatan ini juga dapat mengganggu ketertiban umum dan menciptakan rasa tidak aman bagi masyarakat. “Banyak warga yang merasa resah karena suara bising kendaraan dan kecepatan tinggi di jalan umum. Ini bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga soal kenyamanan bersama,” ucapnya.Polres Simalungun berharap melalui himbauan ini, kesadaran masyarakat akan meningkat. Polisi ingin menanamkan pemahaman bahwa jalan raya bukan tempat untuk adu kecepatan, melainkan sarana bersama yang harus digunakan dengan tertib dan bertanggung jawab. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” kata AKP Verry Purba.Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadan. “Jika melihat atau mengetahui adanya rencana balap liar, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.Dengan adanya himbauan ini, Polres Simalungun menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya dalam bentuk penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi dan pendekatan persuasif agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan.Melalui pesan yang disampaikan, Polres Simalungun berharap bulan Ramadan dapat berjalan dengan aman, damai, dan penuh keberkahan. Masyarakat diimbau untuk menjauhi balap liar dan mengisi waktu dengan kegiatan positif, sehingga suasana kondusif dapat terjaga dan risiko kecelakaan di jalan raya dapat diminimalisir.