Latar News - RRI.CO.ID, Singaraja - Amerika Serikat memperingati Hari Buruh Tani Nasional setiap tahun pada tanggal 31 Maret. Buruh tani adalah pekerja terampil yang melakukan bagian pekerjaan lebih berat yakni membajak sawah, mengoperasikan traktor, menyebarkan pupuk, dan memangkas pagar.
Merujuk situs National Today, pada tahun 1600-an, pemilik perkebunan yang memerlukan lebih banyak tenaga kerja di bidang pertanian mulai menggunakan metode perbudakan yang kejam terhadap imigran Afrika. Akibatnya saat Revolusi Amerika terjadi, sekitar 20% populasi di 13 koloni merupakan budak pertanian keturunan Afrika-Amerika.
Meski perkembangan negara itu mengurangi keberadaan budaya perbudakan di sektor pertanian dan perdagangan budak secara internasional. Namun dibutuhkan waktu 55 tahun bersamaan dengan Perang Saudara dan Perang Dunia untuk mengakhiri praktik perbudakan paksa ini.
Pada tahun 1960-an, aktivis hak-hak sipil Cesar Chavez bersama dengan pengorganisir komunitas Meksiko-Amerika dan pekerja pertanian mendirikan Asosiasi Pekerja Pertanian Nasional yang kini dikenal sebagai Persatuan Pekerja Pertanian. Organisasi ini memperjuangkan hak-hak pekerja pertanian migran dan berhasil dalam misi pertamanya dengan pemogokan anggur Delano selama 5 tahun yang bersejarah.
Tindakan itu pada akhirnya menghasilkan upah yang lebih tinggi bagi para pemetik anggur di perkebunan anggur di California. Hari Buruh Tani Nasional mungkin menjadi hari yang memberi penghormatan kepada upaya tak henti-hentinya para buruh tani, namun harus menjadi pengingat tahunan akan fakta pahit bahwa buruh tani masih dianggap remeh.