Latar News - RRI.CO.ID, Singaraja - Tanggal 25 Maret setiap tahunnya juga dirayakan sebagai Hari Tahun Baru Lama. Peringatannya sampai saat kini masih dirayakan di beberapa tempat.
Merujuk National Today, kalender Gregorian yang ditetapkan pada tahun 1582 saat itu masih ditolak di beberapa negara selama ratusan tahun. Sebagai gantinya, negara yang menolak itu mengadopsi tanggal Gaya Kabar Gembira.
Negara itu menganggap Hari Raya Kabar Gembira (25 Maret) sebagai Hari Tahun Baru. Tanggal yang dipilih berkaitan dengan sistem kalender 'Anno Domini' yang diperkenalkan oleh Dionysius Exiguus.
Tanggal 25 Maret sendiri adalah peristiwa keagamaan penting yakni momen konsepsi Yesus yang terjadi sembilan bulan sebelum perayaan Natal. Konsep awal tahun pada bulan Maret ini juga selaras dengan praktik kalender Romawi kuno yang hanya memiliki sepuluh bulan.
Bulan Maret dianggap sebagai awal siklus baru dalam kalender Romawi. Hal itu dikarenakan bertepatan dengan dimulainya musim tanam dan perubahan musim.
Seiring berjalannya waktu, reformasi kalender oleh Julius Caesar melalui kalender Julian menetapkan Januari sebagai awal tahun. Kebiasaan memulai tahun baru di bulan Januari sendiri baru ada sekitar 400 tahun yang lalu.