Latar News - KOMPAS.com- Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran tidak berubah pada pekan lalu. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih stabil.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian tercatat 213.000 untuk pekan yang berakhir 28 Februari setelah penyesuaian musiman. Angka ini sama dengan pekan sebelumnya. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan 215.000 klaim.
Data muncul setelah pasar tenaga kerja sempat melambat tahun lalu. Ketidakpastian meningkat akibat tarif impor luas yang diberlakukan Presiden Donald Trump dengan dasar undang-undang darurat nasional.
Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif tersebut. Trump kemudian menetapkan tarif global 10 persen dan mengumumkan rencana kenaikan menjadi 15 persen.
Laporan Beige Book Federal Reserve yang dirilis Rabu menyebut tingkat pekerjaan “umumnya stabil dalam beberapa minggu terakhir karena tujuh dari dua belas distrik melaporkan tidak ada perubahan dalam perekrutan.”
Laporan itu juga mencatat, “kontak di beberapa distrik menyebutkan kenaikan biaya input non-tenaga kerja, permintaan yang lebih lemah, atau ketidakpastian tentang kondisi ekonomi secara keseluruhan sebagai alasan untuk tingkat pekerjaan yang datar atau lebih rendah.”
Pemutusan kerja turun
Laporan terpisah dari perusahaan konsultan ketenagakerjaan Challenger, Gray and Christmas menunjukkan perusahaan berbasis di Amerika Serikat mengumumkan 48.307 pemutusan hubungan kerja pada Februari. Angka ini turun 55 persen dibanding Januari dan turun 72 persen dibanding Februari tahun lalu.
Rencana perekrutan naik 140 persen dibanding Januari, tetapi masih turun 63 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan pemutusan hubungan kerja belum diikuti percepatan perekrutan. Kondisi ini membuat sebagian pencari kerja menganggur lebih lama.
Jumlah penerima tunjangan pengangguran lanjutan, yang mencerminkan kecepatan penyerapan tenaga kerja, naik 46.000 menjadi 1,868 juta pada pekan yang berakhir 21 Februari setelah penyesuaian musiman.
Lulusan perguruan tinggi baru tidak tercakup dalam data klaim karena belum memiliki riwayat kerja yang memenuhi syarat untuk menerima tunjangan.
Data klaim ini tidak memengaruhi laporan ketenagakerjaan Februari yang akan dirilis Jumat karena berada di luar periode survei.
Survei Reuters memperkirakan jumlah pekerjaan sektor nonpertanian bertambah 59.000 pada Februari setelah naik 130.000 pada Januari. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,3 persen.
Sejumlah ekonom menilai pemotongan pajak berpotensi mendorong permintaan dan membantu pasar tenaga kerja menguat tahun ini. Arah kebijakan fiskal dan moneter dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan daya tahan pemulihan tersebut.