Latar News - WARTAKOTALIVE.COM — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan negara-negara anggota North Atlantic Treaty Organization untuk ikut terlibat dalam upaya membuka blokade di Selat Hormuz yang disebut telah ditutup oleh Iran.
Trump menegaskan bahwa negara-negara NATO memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan jalur tersebut karena sebagian besar pasokan energi dunia melewati Selat Hormuz.
“Saya menuntut negara-negara itu ikut melindungi wilayah mereka sendiri, karena dari sanalah mereka mendapatkan energi,” kata Trump, Senin (16/3/2026).
Menurut Trump, negara-negara Barat tidak seharusnya hanya mengandalkan Amerika Serikat dalam menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut. Ia pun meningkatkan tekanan kepada sekutu-sekutu Barat melalui NATO.
Trump bahkan memperingatkan bahwa aliansi militer itu dapat menghadapi “masa depan yang sangat buruk” apabila tidak ikut membantu Amerika Serikat mengamankan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan energi dunia.
Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk, termasuk dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab, dikirim melalui selat sempit tersebut menuju pasar global.
Jika jalur ini terganggu, para analis memperingatkan dampaknya dapat memicu lonjakan harga energi serta mengguncang stabilitas ekonomi global.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari NATO terkait pernyataan Trump tersebut.
Negara-negara anggota aliansi itu dilaporkan masih membahas langkah yang akan diambil terkait situasi di kawasan Teluk yang terus memanas.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz sendiri telah lama menjadi perhatian dunia karena wilayah tersebut kerap menjadi titik sensitif dalam konflik geopolitik antara Iran dan negara-negara Barat.