Analisis Dosen HI UMM: Ketegangan AS-Venezuela dan Implikasinya bagi Indonesia
Sumber Foto: Malang Pariwara
Latar Utama

Analisis Dosen HI UMM: Ketegangan AS-Venezuela dan Implikasinya bagi Indonesia

Homepage / Instansi Dosen HI UMM Beberkan Latar Belakang Ketegangan Amerika Serikat–Venezuela dan Implikasinya bagi Indonesia

Dosen HI UMM Beberkan Latar Belakang Ketegangan Amerika Serikat–Venezuela dan Implikasinya bagi Indonesia

Djoko Winahyu 17 Januari 2026 / 14:45 WIB

Instansi

Malangpariwara.com — Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang, Azza Bimantara, M.A., jelaskan konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak dapat dipahami secara sederhana karena melibatkan berbagai dimensi, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, hingga kepentingan geopolitik global.

Akar Konflik

Azza mengungkapkan bahwa akar ketegangan dapat ditelusuri sejak terpilihnya Hugo Chávez sebagai Presiden Venezuela pada 1998. Pada masa itu, Chávez menerapkan kebijakan ekonomi sosialis, termasuk nasionalisasi sektor minyak yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan asing.

“Kebijakan ini secara ideologis bertolak belakang dengan model ekonomi Amerika Serikat yang neoliberal dan sangat mengedepankan kepentingan perusahaan multinasional,” jelasnya.

Hasil dari nasionalisasi minyak kemudian digunakan untuk mendukung kebijakan populis, seperti program pengentasan kemiskinan serta peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan. Namun, kebijakan tersebut justru membuat Venezuela dipersepsikan sebagai ancaman ideologis oleh Amerika Serikat.

“Sejak saat itu, Venezuela mulai diantagonisasi melalui berbagai tekanan, mulai dari pemboikotan hingga pembatasan akses ekonomi internasional,” ujarnya.

Ketegangan yang Semakin Kompleks

Ketegangan semakin kompleks ketika Venezuela menjalin hubungan erat dengan Kuba, serta negara besar lain seperti Tiongkok dan Rusia. Menurut Azza, kedekatan tersebut dipandang Amerika Serikat sebagai ancaman geopolitik, terutama karena Venezuela memiliki cadangan minyak yang sangat besar.

“Venezuela merupakan negara dengan cadangan energi strategis. Kedekatannya dengan Tiongkok dan Rusia jelas dipandang mengganggu kepentingan Amerika Serikat,” katanya.

Tekanan politik Amerika Serikat berlanjut hingga era pemerintahan Nicolás Maduro. Maduro dinilai tidak hanya melanjutkan, tetapi juga memperkuat kebijakan Chávez dengan pola kepemimpinan yang lebih otoriter.

Adanya Dukungan Negara-negara Barat Terhadap Oposisi Venezuela

Dukungan negara-negara Barat terhadap oposisi Venezuela, termasuk Maria Corina Machado, turut memperuncing konflik yang terjadi.

“Dukungan terbuka Amerika Serikat terhadap oposisi menunjukkan adanya upaya perubahan rezim yang semakin nyata,” ungkap Azza.

Dari sudut pandang energi, Azza menegaskan bahwa minyak menjadi faktor utama dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Ia menyebut keamanan energi sebagai fondasi penting bagi stabilitas ekonomi AS.

“Amerika Serikat belajar dari krisis minyak 1970-an bahwa ketergantungan energi harus dikendalikan. Karena itu, akses terhadap minyak Venezuela menjadi kepentingan strategis,” jelasnya.

Azza juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat pasca penangkapan Nicolás Maduro yang secara terbuka menyampaikan keinginan untuk mengelola minyak Venezuela.

Dampak Terhadap Indonesia

Terkait dampaknya bagi Indonesia, Azza menilai belum terlihat pengaruh signifikan dalam jangka pendek. “Hingga saat ini belum ada perubahan besar dalam tata kelola sektor energi Venezuela. Pertamina juga memastikan bahwa operasi migas di Venezuela masih berjalan normal,” katanya.

Meski demikian, Azza mengingatkan bahwa potensi dampak jangka panjang tetap perlu diwaspadai seiring dengan dinamika konflik yang terus berkembang.

Ia menutup dengan menekankan pentingnya konflik AS–Venezuela sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa Hubungan Internasional. “Kasus Amerika Serikat dan Venezuela menunjukkan bahwa konflik geopolitik tidak pernah lepas dari kepentingan ekonomi dan energi. Ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa HI untuk mengkaji isu global secara lebih komprehensif,” pungkasnya. (Djoko W)

HI UMM Konflik AS-Venezuela

Editor: Ainun Muslihatun Najibah Rozi

Ikuti Kami

Navigasi pos

Pos sebelumnya Babinsa Klojen Dorong Kegiatan Kerja Bakti Melalui Komsos di wilayah Binaan

Pos berikutnya Baju Khas Kota Malang Siap Meluncur, Jadi Identitas Resmi Daerah

Posting Terkait

Babinsa dan Warga Blimbing Sigap Tangani Pohon Tumbang di Kawasan Rampal

Dandim 0833 Kota Malang Hadiri Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda di Klojen

Kerja Sama PSEL Malang Raya Diteken, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Sinergi Babinsa dan Bhabinkamtibmas Amankan Kunjungan Warga Binaan di Lapas Malang

Dandim 0833 Dukung Aksi Bersih Lingkunganbdalam Rangka Gerakan Indonesia Asri

Kodim 0833 Kota Malang Gelar Komsos dan Halal Bihalal, Ajak Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas

Kodim 0833 Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan

Dandim 0833 Malang Lepas Prajurit, Momen Haru Warnai Penghargaan Pengabdian

Jangan Lewatkan

Babinsa dan Warga Blimbing Sigap Tangani Pohon Tumbang di Kawasan Rampal

Dandim 0833 Kota Malang Hadiri Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda di Klojen

Kerja Sama PSEL Malang Raya Diteken, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Sinergi Babinsa dan Bhabinkamtibmas Amankan Kunjungan Warga Binaan di Lapas Malang

Dandim 0833 Dukung Aksi Bersih Lingkunganbdalam Rangka Gerakan Indonesia Asri

Kodim 0833 Kota Malang Gelar Komsos dan Halal Bihalal, Ajak Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas

Cari untuk:

Terpopuler Bulan Ini

BPJS Kesehatan Malang Klarifikasi Isu Dugaan Fraud, Tegaskan Proses Kerja Sama Transparan dan Tanpa Pungutan

Berbekal Video Ilegal, Pria Mengaku Wartawan dan LSM Peras Sekolah di Malang

Disdukcapil Kota Malang Gelar Event #GISA, Hadirkan Layanan “Peningset” untuk Permudah Pencatatan Perkawinan

Sidak Proyek Relokasi Pasar Gadang, DPRD Temukan Fakta Baru Soal Skema Swadaya

DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG Terkait Keluhan Menu Program MBG Saat Ramadan