BPS: Kenaikan Pengangguran di Jakarta Didominasi Lulusan SMA
Sumber Foto: Liputan6.com
Sosial

BPS: Kenaikan Pengangguran di Jakarta Didominasi Lulusan SMA

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DKI Jakarta pada November 2025 tercatat sebesar 6,31 persen atau naik 0,26 persen dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan pengangguran tersebut didominasi oleh penduduk lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, pada November 2025, TPT tertinggi tercatat pada penduduk berpendidikan SMA umum, yakni sebesar 8,14 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan TPT lulusan SMA kejuruan sebesar 7,84 persen, lulusan universitas sebesar 5,47 persen, serta lulusan Diploma I/II/III yang sebesar 3,44 persen.

“Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta pada November 2025 sebesar 6,31 persen, naik 0,26 persen poin dibandingkan Agustus 2025,” kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/2/2026).

Dengan begitu, secara keseluruhan jumlah pengangguran di DKI Jakarta pada November 2025 mencapai 349 ribu orang, atau bertambah 18,63 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Kadarmanto menjelaskan, TPT ialah indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja. Adapun kenaikan jumlah pengangguran seiring dengan meningkatnya partisipasi penduduk usia kerja di pasar tenaga kerja.

“Jumlah angkatan kerja di Jakarta meningkat menjadi 5,53 juta orang, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 65,47 persen, naik 0,72 persen poin dibandingkan Agustus 2025,” ujarnya.

Kualitas Pekerjaan

Dilihat dari komposisi pendidikan penganggur, lulusan SMA dan SMK masih mendominasi. BPS mencatat, jumlah pengangguran lulusan SMA pada November 2025 mencapai 121,42 ribu orang, sementara penganggur lulusan SMK sebanyak 116,48 ribu orang. Kedua kelompok ini menyumbang lebih dari separuh total pengangguran di Jakarta.

“Jumlah penganggur lulusan universitas tercatat sebanyak 47,68 ribu orang, menurun 15,20 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Penurunan juga terjadi pada penganggur lulusan Diploma I/II/III yang turun 6,86 ribu orang pada periode yang sama,” kata Kadarmanto.

Kendati jumlah penduduk bekerja di Jakarta juga meningkat, BPS mencatat adanya tantangan pada kualitas pekerjaan. Pada November 2025, jumlah pekerja tidak penuh mencapai 959 ribu orang atau naik 110 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan kesempatan kerja belum sepenuhnya mampu menekan tingkat pengangguran, khususnya pada kelompok berpendidikan menengah.