Daftar Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Kalangan Lulusan Baru
KOMPAS.com - Di tengah lanskap dunia kerja yang kian tidak menentu, memiliki gelar pendidikan tinggi ternyata tidak selalu menjamin karier yang cemerlang.
Hal ini tergambar dari analisis Bank Federal Reserve New York terhadap 73 jurusan kuliah, termasuk kategori gabungan lainnya, berdasarkan data Biro Sensus Amerika Serikat tahun 2024.
Studi tersebut meneliti tingkat pengangguran di kalangan lulusan baru, yakni mereka yang berusia 22 hingga 27 tahun dan telah meraih gelar sarjana atau lebih tinggi.
Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah jurusan yang berkaitan dengan seni mencatat tingkat pengangguran relatif tinggi.
Namun, antropologi menempati posisi teratas dengan tingkat pengangguran mendekati 8 persen.
Selain itu, jurusan pendidikan anak usia dini juga termasuk yang memiliki tingkat pengangguran cukup tinggi.
Lantas, jurusan apa saja yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi?
Jurusan dengan pengangguran tertinggi
Dilansir dari Business Insider, Kamis (12/2/2026), berikut daftar jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran tertinggi di kalangan lulusan perguruan tinggi:
Antropologi: 7,9 persen
Teknik Komputer: 7,8 persen
Seni Rupa: 7,7 persen
Ilmu Komputer: 7 persen
Seni Pertunjukan: 7 persen
Arsitektur: 6,8 persen
Sejarah Seni: 6,7 persen
Fisika: 6,6 persen
Pendidikan Anak Usia Dini: 6,6 persen
Studi Lingkungan: 6,3 persen
Teknisi Medis: 6,2 persen
Bahasa Inggris: 6,1 persen
Hubungan Internasional: 6,1 persen.
Kepala ekonom Glassdoor, Daniel Zhao mengatakan, daftar tersebut cukup menarik karena jurusan dengan tingkat pengangguran tinggi tidak berasal dari satu kelompok bidang tertentu saja.
“Ada beberapa jurusan yang memiliki pasar kerja sangat terbatas, seperti seni rupa atau seni pertunjukan. Namun, ada juga jurusan lain yang sangat diminati dan menawarkan gaji tinggi, seperti teknik komputer atau ilmu komputer,” ujarnya.
Munculnya fenomena pengangguran terselubung
Ia juga menyoroti fenomena underemployment atau pengangguran terselubung, yakni lulusan yang bekerja di bidang yang sebenarnya tidak memerlukan gelar sarjana.
Menurut Zhao, teknik komputer dan ilmu komputer memiliki tingkat pengangguran terselubung di bawah 20 persen.
Sebaliknya, antropologi, seni rupa, dan seni pertunjukan mencatat angka di atas 50 persen.
Sebagai contoh, lulusan ilmu komputer mungkin kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor teknologi dalam kondisi pasar saat ini.
Namun, mereka cenderung bersedia menunggu karena jika berhasil mendapatkan posisi yang tepat, gajinya jauh lebih tinggi dibandingkan industri lain.




