Kamga Mo: Dari Penyanyi Utama Menjadi Kebanggaan di Maliq & D'Essentials
Sumber Foto: VOI.id
Latar Utama

Kamga Mo: Dari Penyanyi Utama Menjadi Kebanggaan di Maliq & D'Essentials

JAKARTA - Beralih dari penyanyi utama menjadi penyanyi latar (backing vocal) mungkin dilihat sebagai suatu kemunduran untuk beberapa orang, namun tidak begitu bagi Kamga Mo.

Seperti diketahui, Kamga menjadi penyanyi utama dalam grup vokal Tangga, yang debut di tahun 2005 dan berhasil merilis lima album studio sampai 2014.

Setelah Tangga dibubarkan, Kamga sempat mendirikan dua grup lain, Dekat dan Hondo. Ia juga bekerja di belakang layar sebagai pengarah vokal untuk banyak penyanyi kenamaan.

Namun yang membuat karier musik Kamga menjadi menarik adalah keputusannya untuk menjadi penyanyi latar tetap bagi banyak penampilan panggung Maliq & D’Essentials.

Menurut Kamga, masih banyak orang menilai posisi penyanyi latar dengan sudut pandang keliru. Namun, ia memahami anggapan tersebut karena tidak banyak ditemui penyanyi utama yang berpindah posisi menjadi penyanyi latar.

“Menurut gua pendapat orang terhadap backing vokal itu gimana, itu bukan dari skill-nya dan bukan dari kepentingannya di sebuah band, tapi lebih karena ngeliat kalau jadi vokalis tuh keren,” kata Kamga saat ditemui di Senayan, Jakarta Selatan baru-baru ini.

“Dan mungkin jarang ada orang yang dari vokalis utama terus kariernya berubah jadi backing vokal. Jadi, gua sih memahami maksudnya pertanyaan kenapa mau jadi backing vocal atau segala macam,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kamga menyebut cita-cita awalnya terjun ke dunia musik adalah bisa hidup dari bermusik. Dan menjadi bagian dari Maliq & D’Essentials dilihatnya sebagai suatu capaian tersendiri dalam kariernya.

“Memang dari dulu kan cita-cita gua kerja di musik. Dan menurut gua, jadi salah satu bagian—walaupun bagian kecil—dari Maliq & D'Essentials adalah hal yang sangat membanggakan,” tuturnya.

“Mungkin memang gua enggak terlalu bisa menjelaskan ke orang yang tidak mengalami itu. Tapi ketika lu nge-fans banget sama sebuah band, tiba-tiba lu diajak jadi bagian dalam band tersebut, menurut gua tidak ada hal lain selain merasa bersyukur sama kesempatan ini,” pungkas Kamga.