NATO Cegat Rudal Balistik Ketiga Masuk Turki, Turki Tegaskan Tak Terlibat Perang
Latar News - Ringkasan Berita:
Sistem pertahanan udara NATO menembak jatuh rudal balistik ketiga yang diduga berasal dari Iran setelah memasuki wilayah udara Turki pada Jumat (13/3/2026) dini hari.
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan pencegatan dilakukan oleh sistem pertahanan udara NATO yang ditempatkan di kawasan Mediterania timur.
Sebelum rudal tersebut dihancurkan, sirene peringatan terdengar di Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan, salah satu fasilitas utama NATO yang juga menampung pasukan Amerika Serikat.
SERAMBINEWS.COM, BATMAN – Sistem pertahanan udara NATO menembak jatuh rudal balistik ketiga yang diduga berasal dari Iran setelah memasuki wilayah udara Turki pada Jumat (13/3/2026) dini hari.
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan pencegatan dilakukan oleh sistem pertahanan udara NATO yang ditempatkan di kawasan Mediterania timur.
Sebelum rudal tersebut dihancurkan, sirene peringatan terdengar di Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan, salah satu fasilitas utama NATO yang juga menampung pasukan Amerika Serikat.
Kantor berita negara Anadolu melaporkan sirene berbunyi pada dini hari.
Selain di pangkalan tersebut, alarm juga terdengar di Kota Batman yang berjarak sekitar 600 kilometer di sebelah timur Incirlik.
Situs berita bisnis Ekonomim menyebutkan sejumlah warga di Kota Adana yang berada dekat pangkalan Incirlik terbangun oleh suara sirene sekitar pukul 03.25 waktu setempat.
Beberapa warga kemudian mengunggah rekaman objek bergerak cepat yang terlihat terbakar di langit.
Menurut situs berita pertahanan SavunmaSanayiST, objek yang terlihat kemungkinan merupakan pecahan dari rudal balistik ketiga yang telah dicegat, atau bagian dari sistem pencegat yang terbakar saat kembali memasuki atmosfer sebelum jatuh ke darat.
Sementara itu, sirene di Kota Batman terdengar sekitar pukul 04.00 pagi.
Wartawan setempat melaporkan alarm tersebut kemungkinan berasal dari pangkalan drone militer yang berada di dekat bandara kota itu.
Insiden terbaru ini terjadi setelah dua rudal balistik sebelumnya yang juga diduga diluncurkan dari Iran berhasil dicegat.
Pencegatan pertama terjadi pada 4 Maret 2026, sedangkan yang kedua pada Senin (9/3/2026).
Namun, Presiden Iran Turki Recep Tayyip Erdogan membantah bahwa rudal tersebut ditembakkan dari wilayah Iran.




