Pengangguran di Jakarta Mencapai 349 Ribu Orang per November 2025
Ringkasan Berita:
BPS DKI Jakarta mencatat 349 ribu orang menganggur per November 2025 dari total 5,53 juta angkatan kerja.
TPT naik menjadi 6,31 persen, meningkat 0,26 poin dibanding Agustus 2025.
Pengangguran didominasi laki-laki; TPT laki-laki 6,90 persen, perempuan 5,43 persen.
Lulusan SMA umum paling rentan menganggur (8,14 persen), sementara diploma terendah (3,44 persen).
Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat, sebanyak 349 ribu penduduk Ibu Kota berstatus pengangguran pada November 2025.
Jumlah tersebut berasal dari total angkatan kerja Jakarta yang mencapai 5,53 juta orang. Dari angka itu, sebanyak 5,18 juta orang tercatat telah bekerja, sementara sisanya belum terserap pasar kerja.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan bahwa dinamika ketenagakerjaan Jakarta menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi yang belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja.
Dibandingkan Agustus 2025, angkatan kerja bertambah 67,30 ribu orang. Namun, kenaikan jumlah penduduk bekerja yang mencapai 48,67 ribu orang masih menyisakan tambahan pengangguran sekitar 18,63 ribu orang.
Kondisi ini mendorong naiknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta menjadi 6,31 persen, atau meningkat 0,26 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar enam orang masih belum memperoleh pekerjaan.
Jika dilihat dari jenis kelamin, pengangguran di Jakarta masih didominasi oleh laki-laki. TPT laki-laki tercatat sebesar 6,90 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada di angka 5,43 persen.
Kenaikan TPT juga terutama terjadi pada kelompok laki-laki, yang melonjak 0,69 persen poin. Sebaliknya, TPT perempuan justru mengalami penurunan sebesar 0,36 persen poin.
Dari sisi pendidikan, lulusan SMA umum masih menjadi kelompok paling rentan terhadap pengangguran. Pada November 2025, TPT lulusan SMA umum mencapai 8,14 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain.
Posisi berikutnya ditempati lulusan SMA kejuruan dengan TPT 7,84 persen, disusul lulusan universitas sebesar 5,47 persen.
Sebaliknya, lulusan Diploma I/II/III mencatatkan tingkat pengangguran terendah, yakni 3,44 persen.
Bahkan, kelompok ini mengalami penurunan TPT paling signifikan dibandingkan Agustus 2025, mencapai 2,46 persen poin. Penurunan juga tercatat pada lulusan SMP dan universitas, sementara TPT lulusan SD ke bawah justru melonjak paling tinggi, yakni 1,23 persen poin.
Di tengah kenaikan pengangguran, partisipasi masyarakat Jakarta di pasar kerja justru menguat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada November 2025 mencapai 65,47 persen, naik 0,72 persen poin dibandingkan Agustus 2025.




