Penurunan Pengangguran di Pamekasan, Namun Pekerja Informal Meningkat
Sumber Foto: Kabar Madura
Sosial

Penurunan Pengangguran di Pamekasan, Namun Pekerja Informal Meningkat

KABAR MADURA | Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan mengklaim angka pengangguran pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Pamekasan per Agustus 2025 tercatat sebesar 1,33 persen, atau turun 0,31 persen dibandingkan Agustus 2024.

Kepala BPS Pamekasan Parsad Pamungkas menjelaskan, penurunan itu sejalan dengan meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). Pada Agustus 2025, TPAK mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, peningkatan ini menjadi tren positif dalam empat tahun terakhir pascapandemi Covid-19. Hal itu dipicu oleh bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja serta terbukanya berbagai lapangan pekerjaan baru di Pamekasan.

Namun demikian, Parsad juga menyoroti masih tingginya proporsi pekerja informal. Pada 2024, proporsi pekerja informal berada di angka 76,51 persen, dan meningkat menjadi 77,70 persen pada 2025. Kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

“Kalau kita lihat proporsi pekerja informal di Pamekasan terus meningkat dari 76,51 persen pada 2024 menjadi 77,70 persen pada 2025, ini menunjukkan tantangan dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas,” jelasnya, Jumat (6/2/2026).

Parsad menilai, keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di Pamekasan sangat dibutuhkan, khususnya untuk wilayah Madura Raya. Fasilitas itu dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan produktivitas tenaga kerja lokal.

“Saya kira perlu untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengembangkan kewirausahaan dan kreativitasnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan M. Lutfi menegaskan, capaian penurunan angka pengangguran harus benar-benar dipertahankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendorong agar pemerintah daerah terus meningkatkan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat, sehingga tren penurunan angka pengangguran dapat terus berlanjut.

“ Alhamdulillah, kalau memang angka pengangguran di Pamekasan turun. Tapi, pemkab juga harus tetap memberikan pelatihan agar bisa dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.