Raja Charles Hadiri London Fashion Week di Tengah Kontroversi Penangkapan Pangeran Andrew
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - London Fashion Week mendapat kejutan istimewa pada Kamis sore, 19 Februari 2026, waktu setempat, dengan kehadiran Raja Charles. Ia duduk di barisan depan peragaan busana Fall/Winter 2026 desainer Inggris-Nigeria, Tolu Coker.
Charles, yang saudara laki-lakinya, mantan pangeran Andrew Mountbatte-Windsor, ditangkap karena dicurigai melakukan pelanggaran jabatan publik pada Kamis pagi, tampak tenang saat berjalan memasuki peragaan busana bintang yang sedang naik daun itu, meskipun terlambat 25 menit.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelumnya pada hari itu, melansir CNN, Jumat (20/2/2026), ia mengatakan, ia mengetahui "dengan keprihatinan yang mendalam" tentang penangkapan adik laki-lakinya, dan menekankan bahwa "hukum harus ditegakkan."
Mengenakan setelan jas abu-abu berkancing tunggal yang dipadukan dengan kemeja berkerah putih, dasi bermotif, dan sepatu formal yang rapi, Charles duduk di sebelah tokoh mode Inggris Stella McCartney dan CEO British Fashion Council, Laura Weir, yang mengantar sang raja ke tempat acara.
Para hadirin, termasuk rapper Inggris Skepta dan Lil Simz, diminta untuk berdiri saat kedatangan Raja. Desain panggung pertunjukan yang menampilkan rambu kereta bawah tanah London Underground, lampu jalan, rumpun rumput, dan tempat sampah, sebagian merupakan penghormatan pada daerah tempat Coker dibesarkan: Mozart Street di Westminster.
"Ini terinspirasi dari lingkungan tempat tinggal saya di tahun 90-an, saat saya lahir," katanya pada CNN di belakang panggung. Koleksi tersebut, yang mencakup jaket double-breasted pendek, topi pelaut, dan jas panjang rapi dalam warna pastel, adalah tentang "ketidakpantasan."
Survivor’s Remorse
Perbesar
Potongan-potongan pakaian tersebut dirancang dengan detail lipatan dan struktur seperti seragam sekolah yang rapi, tapi dengan sentuhan unik. Misalnya, terdapat garis leher yang dirancang untuk terlipat seperti sedang dilepas.
"Ini seperti, Anda sampai di lingkungan tempat tinggal Anda dan Anda kehilangan sedikit kesopanan itu dan semuanya menjadi menyenangkan dan ceria," kata Coker. Sebagai semifinalis LVMH Prize 2025 dan salah satu dari sedikit desainer kulit hitam yang memiliki label sendiri, koleksi terbaru Coker, berjudul "Survivor’s Remorse," adalah sebuah pandangan tentang identitas Inggris melalui lensa diaspora Afrika.
"Koleksi ini tentang kesedihan, aspirasi, asimilasi, dan kemudian kembali pada diri sendiri," ujarnya. Di salah satu busananya, set rok mini tartan biru dan merah muda, Coker menggabungkan warna-warna mencolok dari warisan Yoruba-nya dengan referensi ke "Clueless," sebuah film dari masa kecilnya.
Merahasiakan Tamu VIP
Perbesar
Sang desainer mengatakan bahwa ia harus merahasiakan tamu VIP-nya. Selama bertahun-tahun, beberapa bangsawan tampil di acara-acara mode kota tersebut.
Salah satunya Kate Middleton yang memberikan Penghargaan Ratu Elizabeth II untuk Desain Inggris pada desainer Patrick McDowell pada Mei 2025. Mendiang Ratu Elizabeth II juga menghadiri peragaan busana Richard Quinn pada 2018.
Coker, mantan penerima King's Trust—sebuah inisiatif bimbingan yang mendukung kaum muda yang ingin memulai karier di bidang mode—mengatakan bahwa melihat Raja duduk di barisan depan adalah "momen yang sangat berarti." "Sungguh istimewa memiliki beliau di lingkungan kami dan merasakan bagaimana rasanya," katanya.
Para hadirin yang datang ke acara tersebut mengatakan, Raja bersikap "ramah seperti biasa," lapor Mirror. Ia meluangkan waktu untuk mendengarkan setiap orang yang diperkenalkan padanya.
Kedatangan Raja Charles
Perbesar
Ada kejutan di antara kerumunan karena Charles membuat "kedatangan publik" seperti itu dan berjalan masuk ke gedung padahal ia bisa langsung memarkir mobilnya di tempat parkir bawah tanah. Seolah-olah dia perlu "dilihat" dan dia tidak ingin dianggap bersembunyi dari krisis yang sedang berkembang.
Keamanan sangat ketat di markas Fashion Week di Strand, London. Tiga jam sebelum kedatangannya, anjing pelacak dibawa masuk ke dalam tempat acara untuk memeriksa keberadaan bahan peledak.
Beberapa menit sebelum Raja tiba, petugas polisi menghalau sebuah truk pengangkut peralatan bangunan dan sebuah bus wisata berwarna ungu karena keduanya mengancam akan menimbulkan masalah bagi konvoi resminya. Raja menghabiskan 45 menit di dalam dan ketika ia pergi dengan kendaraan yang sama, kali ini dari tempat parkir bawah tanah, ia kembali tersenyum dan melambaikan tangan.




