Rehana: Dari Sampah Menjadi Fashion Berkelanjutan
RRI.CO.ID, Malang – Kreativitas tanpa batas ditunjukkan Rehana, pemilik brand kerajinan Rehana Melodi, yang mengolah limbah plastik dan kertas semen menjadi produk fashion bernilai tinggi. Dalam program Jagongan UMKM RRI Malang, Rehana membagikan perjalanan usahanya yang bermula dari hobi hingga menembus pasar nasional dan internasional.
Brand Rehana Melodi sendiri diambil dari nama dirinya dan sang putri. Awalnya, ia hanya mengunggah hasil karyanya di media sosial sebagai bentuk apresiasi diri. Namun, respons positif dari warganet membuat produknya mulai dikenal dan dipesan banyak orang hingga akhirnya menjadi sebuah merek.
Sejak 2020, saat pandemi Covid-19, Rehana mulai serius mengembangkan produk berbahan daur ulang. Terinspirasi dari persoalan sampah yang sempat viral di Kota Batu, ia mencoba mengolah plastik kresek menjadi tas dan dompet. Prosesnya cukup unik, yakni plastik dibersihkan, dilapisi, lalu disetrika hingga membentuk lembaran tebal bertekstur sebelum dijahit menjadi produk fashion.
Tak hanya plastik, Rehana juga memanfaatkan kertas bekas bungkus semen. Melalui teknik khusus seperti pelapisan dan finishing agar tahan air, bahan tersebut diubah menjadi tas pesta eksklusif. “Prosesnya lebih panjang dan detail, tapi hasilnya lebih eksklusif,” ujarnya, Jum'at (20/2/2026).
Produk Rehana Melodi telah tampil dalam berbagai pameran nasional, termasuk kegiatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Keuangan. Bahkan, produknya pernah dibawa dalam ajang G20 di Bali dan dipasarkan hingga Australia serta beberapa negara Eropa.
Menurut Rehana, harapan terbesarnya bukan sekadar keuntungan, tetapi dampak positif bagi lingkungan. “Membeli produk Rehana Melodi sama dengan ikut menyelamatkan lingkungan,” katanya. (Azka)




