Thomas Djiwandono: Calon Deputi Gubernur BI dengan Latar Belakang Pendidikan Menjanjikan
KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono masuk dalam bursa kandidat calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Prasetyo menjelaskan, munculnya nama Thomas berawal dari adanya surat pengunduran diri yang diajukan oleh Deputi Gubernur BI Juda Agung.
"Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (29/1/2026).
"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Thomas Djiwandono," kata Prasetyo.
Ia mengatakan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pengunduran diri Juda harus ditindaklanjuti melalui mekanisme pengisian jabatan.
Pemerintah kemudian mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memulai tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Dalam Surpres tersebut, pemerintah mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI, salah satunya adalah Thomas.
Sebelum menjadi calon Deputi Gubernur BI, Thomas sudah tidak masuk struktur kepengurusan Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025.
Lalu, seperti apa latar belakang pendidikan Thomas Djiwandono yang masuk bursa calon Deputi Gubernur BI?
Latar Belakang Pendidikan Thomas Djiwandono
Berdasarkan informasi dari laman resmi Partai Gerindra dan Kementerian Keuangan, Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972.
Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia yang berkiprah sebagai pengajar di Nanyang Technological University, Singapura.
Sementara itu, ibunya Biantiningsih Miderawati merupakan kakak kandung Prabowo Subianto, Presiden RI sekaligus pendiri Partai Gerindra.
Thomas juga tercatat sebagai cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46.
Dari sisi pendidikan, Thomas menempuh jenjang sekolah menengah pertama di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta. Pendidikan tingginya kemudian dilanjutkan ke Amerika Serikat.
Ia meraih gelar sarjana (S1) di bidang Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania.
Setelah itu, Thomas melanjutkan studi magister (S2) di Johns Hopkins University, School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC, dengan konsentrasi Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional.
Perjalanan Karier Thomas Djiwandono
Karier profesional Thomas dimulai di dunia jurnalistik sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan Indonesia Business Weekly pada 1994.
Ia kemudian beralih ke sektor keuangan dan sempat bekerja sebagai analis keuangan di Whittock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, Thomas bergabung dengan Arsari Group atas permintaan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, dan menjabat sebagai Deputy CEO perusahaan yang bergerak di sektor agrobisnis tersebut.
Di bidang politik, Thomas dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008.
Sementara di pemerintahan, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2024, Presiden Joko Widodo melantik Thomas A. M. Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024.
Ia kemudian kembali dipercaya menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.




