Latar News - Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Job Fair Jogja 2026 dalam upaya menekan angka pengangguran yang mencapai 5,72 persen. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 15-16 Juli 2026, dan menyediakan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan dari 29 perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor.
Job Fair ini diadakan sebagai respons terhadap tingginya tingkat pengangguran terbuka di Kota Yogyakarta. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka pengangguran terbuka di kota ini mencapai 5,72 persen, atau sekitar 12.473 jiwa. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mencatat sebanyak 2.336 pengangguran, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia 35 tahun ke atas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, menyatakan bahwa Job Fair ini terbuka untuk masyarakat umum, terutama warga Kota Yogyakarta. Dengan tema "Transformasi dari Kaum Rebahan Menjadi Kaum Gajian," acara ini tidak memungut biaya bagi para peserta. Proses rekrutmen dilakukan secara transparan oleh masing-masing perusahaan yang berpartisipasi.
Terdapat 2.000 lowongan kerja yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan di sektor ritel, jasa, manufaktur, teknologi informasi, keuangan, kesehatan, dan kuliner. Selain perusahaan, acara ini juga dihadiri oleh empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memberikan informasi mengenai peningkatan kompetensi, serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang menyediakan informasi mengenai peluang kerja ke luar negeri secara resmi dan aman.