Ade Putra Menanggapi Isu Ulat dalam Menu Makan Bergizi di Lombok Timur
PorosLombok.com – Ade Putra Kurniawan, yang menjabat sebagai Person in Charge Dapur SPPG Lombok Timur, menegaskan bahwa tuduhan mengenai adanya ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Kamis (8/4/2026) tidak berdasar.
Menanggapi penyebaran video yang menunjukkan larva dalam makanan, pihak pengelola segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Ade Putra menjelaskan bahwa secara logika, ulat yang terlihat dalam video masih hidup, meskipun sayur yang digunakan telah dimasak pada suhu di atas 75 derajat Celsius. "Ulat umumnya akan mati jika terpapar suhu minimal 40 hingga 50 derajat Celsius saat proses pemasakan berlangsung," ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa menu yang disajikan pada hari itu masih dalam kondisi segar dan baru saja matang dari dapur produksi. Kejanggalan lain muncul karena laporan mengenai adanya ulat hanya ditemukan pada satu porsi dari total 3.287 ompreng yang didistribusikan kepada penerima manfaat. "Rasio temuan yang sangat kecil ini memperkuat dugaan adanya faktor luar yang tidak dapat dikendalikan oleh tim penyortir," jelas Ade.
Tim lapangan dari SPPG Pijot segera berkunjung ke sekolah untuk mengecek kondisi omprengan yang bermasalah. Namun, mereka tidak menemukan bukti fisik ulat karena pihak sekolah mengaku telah membuang sisa makanan tersebut sebelum petugas tiba. Ketiadaan barang bukti menyulitkan proses verifikasi terhadap kebenaran rekaman visual yang beredar.
Meski demikian, SPPG Pijot sempat menawarkan penggantian menu sebagai bentuk tanggung jawab profesional, tetapi tawaran tersebut ditolak oleh pihak sekolah yang menyatakan bahwa kondisi lingkungan sudah aman. "Kami sudah tawarkan ganti, tetapi pihak sekolah bilang sudah tidak apa-apa," tambah Ade.
Investigasi internal tetap dilanjutkan untuk menelusuri sumber asli video dan mencari solusi objektif terhadap persoalan ini. Kejadian ini dijadikan sebagai momentum untuk memperketat kontrol kualitas dalam penyajian menu Makan Bergizi demi mendukung terciptanya generasi emas 2045 yang sehat.
SPPG Pijot juga mengapresiasi peran media dan masyarakat sebagai mitra dalam mengawasi jalannya program di daerah. "Semoga ini menjadi langkah perbaikan ke depan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.




