Cristiano Ronaldo Investasi US$7,5 Juta di Pro2col™ Herbalife
Marketing.co.id – Berita Lifestyle | Megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, memperkuat kemitraan strategisnya dengan raksasa kesehatan global, Herbalife Ltd. (NYSE: HLF). Ronaldo secara resmi mengakuisisi 10% kepemilikan saham di HBL Pro2col Software, LLC, anak perusahaan Herbalife yang mengelola teknologi kesehatan digital generasi terbaru, Pro2col™.
Investasi senilai US$7,5 juta atau sekitar Rp126,8 miliar ini menandai babak baru dalam hubungan sepuluh tahun antara Ronaldo dan Herbalife. Langkah ini bukan sekadar sponsorship biasa, melainkan komitmen nyata Ronaldo dalam membentuk masa depan nutrisi yang dipersonalisasi berbasis data.
Pro2col™ dirancang sebagai sistem operasi digital yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan rencana kebugaran yang sangat spesifik bagi penggunanya. Fitur unggulannya, Pro2Score, memungkinkan pengguna melacak kemajuan kesehatan mereka melalui metrik yang terukur dan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.
“Investasi ini mencerminkan keyakinan bersama terhadap kekuatan nutrisi, data, dan AI untuk mendorong hasil kesehatan yang lebih baik,” ujar Stephan Gratziani, CEO Herbalife.
Ronaldo menanamkan investasi sebesar US$7,5 juta, atau setara dengan Rp126,8 miliar (kurs Rp16.900 per USD), disertai komitmen untuk memberikan layanan serta hak sponsorship kepada HBL Pro2col Software, LLC.
Bagi Ronaldo, investasi ini adalah langkah logis dari kariernya yang selalu mengedepankan disiplin nutrisi dan performa fisik. Sejak 2013, ia telah menjadi wajah global Herbalife, termasuk dalam pengembangan produk populer Herbalife24® CR7 Drive.
“Berinvestasi di Pro2col terasa sebagai evolusi yang alami. Ini tentang membantu mengembangkan platform yang benar-benar dapat mengubah cara masyarakat terlibat dengan kesehatan mereka,” ungkap Cristiano Ronaldo.
Saat ini, teknologi Pro2col™ sedang dalam tahap peluncuran beta strategis di Amerika Serikat, Kanada, dan Puerto Riko. Herbalife berencana untuk melakukan ekspansi internasional ke kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) pada tahun 2026.
Integrasi teknologi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan distributor Herbalife di lebih dari 90 negara, memberikan mereka perangkat digital untuk memberikan dukungan personal yang lebih efisien kepada jutaan pelanggan di seluruh dunia.




