Debut Operasional Drone Bayraktar TB3 dalam Latihan NATO
AIRSPACE REVIEW – Drone bersenjata (UCAV) Bayraktar TB3 yang dikembangkan oleh raksasa drone Turkiye, Baykar, berhasil melakukan demonstrasi operasional pertamanya di luar negeri sebagai bagian dari latihan NATO “Steadfast Dart 2026”.
Latihan gabungan yang diikuti oleh 13 negara NATO dengan 35.000 personel militer ini dilaksanakan sejak 15 Januari lalu hingga akhir bulan ini. Latihan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Laut Baltik dan di wilayah daratan Jerman.
Pada fase maritim dalam latihan NATO ini, drone TB3 yang dikerahkan dari atas kapal induk drone terbesar Turkiye, TCG Anadolu, membuktikan kemampuannya lepas landas dan mendarat secara otonom di landasan pendek kapal tersebut, tulis Anadolu Agency dalam laporannya pada hari Minggu.
Dengan demikian dikatakan, industri pertahanan Turkiye telah mencapai tonggak penting lainnya dalam penerbangan angkatan laut.
Baykar membagikan video misi tersebut pada hari Minggu di akun resminya di platform media sosial Turkiye, NSosyal, yang kemudian menyebar ke media sosial lainnya.
Sebagai bagian dari latihan tersebut, drone Bayraktar TB3 berhasil menghancurkan target permukaan yang ditentukan dengan akurasi penuh menggunakan serangan MAM-L salvo ganda, lanjut laporan yang dipublikasikan.
Amunisi mikro pintar ringan MAM-L telah dikembangkan oleh produsen rudal Turkiye, Roketsan, untuk drone dan pesawat serang ringan sebagai rudal misi udara ke darat.
MAM-L menawarkan presisi dan efisiensi serangan tinggi dengan hulu ledak alternatif terhadap target tetap dan bergerak.
Personel militer dari negara-negara peserta latihan memberikan pujian tinggi setelah keberhasilan UCAV nasional Turkiye dalam menyerang target maritim.
Setelah menyerang target dengan presisi penuh, Bayraktar TB3 mendarat kembali dengan selamat di TCG Anadolu.
Sebagai UCAV pertama di dunia yang mampu melakukan operasi dengan lepas landas dan mendarat di dek pendek kapal, TB3 mendapat sorotan khusus.
Saat ini, tiga UCAV Bayraktar TB3 dikerahkan di atas TCG Anadolu. Kinerja drone ini di medan yang menantang, seperti Laut Baltik, dipantau secara ketat oleh sekutu NATO.
Pada fase latihan selanjutnya, Bayraktar TB3 dijadwalkan terus menunjukkan kemampuannya pada tingkat tertinggi.
Menurut rencana, dua UCAV Bayraktar TB3 diharapkan lepas landas secara berurutan dari TCG Anadolu dalam beberapa hari mendatang untuk melakukan operasi terkoordinasi.
Pada fase ini, satu TB3 akan melakukan serangan MAM-L salvo ganda, sementara platform lainnya akan menembakkan amunisi MAM-T yang lebih merusak.
Menurut skenario latihan, drone tersebut juga akan melakukan misi penerbangan jarak jauh.
Para ahli pertahanan menilai kehadiran Gugus Tugas Angkatan Laut Turki (TCG) Anadolu dan gugus tugas Angkatan Laut Turkiye yang menyertainya di Laut Baltik, sebagai salah satu elemen kunci pencegahan dalam rencana pertahanan sekutu.
Sejak didirikan, Baykar telah melaksanakan semua proyeknya sepenuhnya dengan sumber daya sendiri dan terus menjadi eksportir terbesar di dunia di segmen pesawat tanpa awak pada tahun 2025.
Mempertahankan kepemimpinannya di pasar UCAV global selama tiga tahun terakhir, Baykar memperbarui rekornya sendiri dengan ekspor senilai 2,2 miliar USD pada tahun 2025.
Dalam beberapa tahun terakhir, Baykar telah menghasilkan 90% pendapatannya dari ekspor, menjadi kekuatan pendorong ekspor teknologi tinggi Turki.
Dengan menempati peringkat di antara 10 perusahaan pengekspor teratas di semua sektor di Turkiye pada tahun 2023 dan 2024, Baykar menerima Penghargaan Juara Ekspor.
Menurut data dari Kepresidenan Industri Pertahanan (SSB) dan Majelis Eksportir Turki (TIM), Baykar adalah pemimpin ekspor sektor pertahanan dan penerbangan pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024.
Dengan menyumbang sepertiga dari ekspor sektor tersebut pada tahun 2023 saja, Baykar juga mewujudkan seperempat dari total ekspor sektor pertahanan dan penerbangan.
Pada tahun 2024, Turkiye diposisikan sebagai pemimpin global di pasar ekspor UCAV.
Sebagai perusahaan pesawat tanpa awak terbesar di dunia, Baykar telah menandatangani perjanjian ekspor dengan 36 negara untuk UCAV Bayraktar TB2 dan dengan 16 negara untuk UCAV Bayraktar Akıncı, sehingga totalnya mencapai 37 negara. (RNS)




