Rudal Iran Dihancurkan NATO di Udara Turkiye, Ketegangan Meningkat
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Rudal Iran Dihancurkan NATO di Udara Turkiye, Ketegangan Meningkat

Latar News - ANKARA, KOMPAS.com – NATO kembali mencegat rudal balistik yang ditembakkan Iran setelah proyektil tersebut memasuki wilayah udara Turkiye pada Senin (9/3/2026).

Rudal itu berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO di kawasan Mediterania timur.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, serpihan rudal dilaporkan jatuh di wilayah Gaziantep, kota besar di Turkiye selatan.

Insiden ini menjadi yang kedua dalam beberapa hari terakhir dan memicu kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah bisa meluas hingga wilayah NATO.

Rudal Iran dicegat NATO

Kementerian Pertahanan Turkiye mengatakan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran berhasil dinetralisasi setelah memasuki wilayah udara negara tersebut.

“Sebuah amunisi balistik yang diluncurkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turkiye berhasil dinetralisasi oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO di Mediterania timur,” kata kementerian itu dalam pernyataan resmi.

Serpihan dari rudal tersebut dilaporkan jatuh di area terbuka di sekitar Gaziantep, sekitar 200 kilometer di timur Adana. Otoritas Turkiye memastikan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Ini merupakan kejadian kedua dalam lima hari terakhir ketika rudal Iran mengarah ke wilayah Turkiye dan kemudian dicegat oleh sistem pertahanan NATO.

Turkiye peringatkan Iran

Pemerintah Turkiye menegaskan, tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika wilayahnya terancam.

Kementerian Pertahanan Turkiye menyatakan, “Kami kembali menegaskan bahwa semua langkah yang diperlukan akan diambil secara tegas dan tanpa ragu terhadap setiap ancaman yang diarahkan ke wilayah udara negara kami.”

Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa semua pihak harus memperhatikan peringatan Ankara demi menjaga stabilitas kawasan.

Sebelumnya, Turkiye telah memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan protes atas peluncuran rudal sebelumnya. Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, juga memperingatkan Teheran agar tidak meningkatkan eskalasi.

Kepala komunikasi kepresidenan Turkiye, Burhanettin Duran, menegaskan kembali sikap Ankara.

“Kami sekali lagi dengan tegas memperingatkan semua pihak, khususnya Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan keamanan kawasan dan menempatkan warga sipil dalam risiko,” tulisnya di platform X.

Kedutaan AS tutup konsulat

Ketegangan keamanan di wilayah selatan Turkiye juga mendorong Amerika Serikat mengambil langkah pencegahan.

Kedutaan Besar AS di Turkiye mengumumkan penutupan konsulatnya di Adana serta memerintahkan staf non-darurat untuk meninggalkan wilayah tersebut.

“Pada 9 Maret 2026, Departemen Luar Negeri memerintahkan pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga mereka meninggalkan Konsulat Jenderal Adana karena risiko keamanan,” tulis kedutaan dalam pernyataan di X.

Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan imbauan perjalanan yang menyatakan, “Warga Amerika di Turkiye tenggara sangat dianjurkan untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.”

Adana berada dekat pangkalan udara Incirlik, fasilitas penting NATO yang telah digunakan oleh militer AS selama beberapa dekade dan terletak sekitar 10 kilometer dari kota tersebut.

Konflik Timur Tengah picu kekhawatiran

AFP/ISMAEL ADNAN Asap membubung dari ladang minyak di Kota Zakho, wilayah otonom Kurdistan di Irak, yang diserang drone pada 16 Juli 2025. Pasukan Kurdi kini menyatakan siap perang melawan Iran.

Ketegangan kawasan meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap infrastruktur militer Iran dan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone ke berbagai target di Timur Tengah, termasuk Israel, Azerbaijan, dan beberapa negara Teluk.

Pada 4 Maret lalu, NATO juga mencegat rudal balistik lain yang diluncurkan Iran menuju Turkiye. Insiden tersebut mendorong aliansi militer itu memperkuat postur pertahanan rudal balistiknya di kawasan.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan, rudal tersebut pertama kali terdeteksi oleh pasukan Spanyol yang mengoperasikan baterai rudal Patriot di pangkalan Incirlik.

Menurut Robles, pasukan Spanyol “mendeteksi dan melaporkan serangan rudal tersebut,” meski bukan mereka yang akhirnya menembak jatuh rudal itu.