Latar News - Indonesia resmi bergabung sebagai salah satu pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi internasional yang bertujuan memperkuat kerja sama global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI).
Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam konferensi pers, ia menyampaikan bahwa pemanfaatan AI diperkirakan dapat menyumbang hingga US$400 miliar bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2030.
Airlangga juga menekankan bahwa implementasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di kawasan ASEAN diproyeksikan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital regional hingga mencapai US$2 triliun. Hal ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi digital lintas negara. Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya membangun tata kelola AI yang inklusif, aman, beretika, dan tidak didominasi oleh pihak tertentu.
Saat ini, 29 negara telah menandatangani pembentukan WAICO. Dari kawasan ASEAN, lima negara yang menjadi pendiri organisasi ini adalah Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.