Inggris Resmi Ambil Alih Komando Operasi Khusus NATO
Kementerian Pertahanan Inggris mengkonfirmasi pada akhir Januari 2026 bahwa Inggris telah menyelesaikan semua persiapan untuk mengambil alih komando komponen Operasi Khusus dari Pasukan Reaksi Sekutu (ARF) NATO. Keputusan ini menempatkan pasukan khusus Inggris di jantung mekanisme respons tercepat NATO, di tengah memburuknya lingkungan keamanan Eropa secara berkelanjutan.
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, pengambilalihan komando Komponen Operasi Khusus ARF merupakan hasil dari siklus persiapan selama dua tahun, termasuk pembentukan Komando Operasi Gabungan NATO yang baru dan serangkaian pelatihan, penilaian, dan latihan berskala besar. Tujuannya adalah untuk memastikan komando yang dipimpin Inggris mencapai tingkat kesiapan tertinggi, mampu mengintegrasikan gugus tugas multinasional di ketiga domain operasi: laut, darat, dan udara.
Inti dari struktur komando baru ini adalah Komando Operasi Khusus (SOCC) – sebuah komando khusus yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan gugus tugas gabungan yang terdiri dari Kelompok Operasi Khusus di laut, darat, dan udara. Model ini memungkinkan NATO untuk dengan cepat mengerahkan misi operasi khusus mulai dari pengintaian rahasia dan serangan langsung hingga dukungan militer, semuanya untuk melayani tujuan bersama Aliansi.
SOCC menerima akreditasi resmi di Norwegia setelah penilaian komprehensif oleh Komando Gugus Tugas NATO. Proses ini meneliti kemampuan keseluruhan komando, mulai dari komando dan kendali, perencanaan, dan integrasi intelijen hingga kemampuannya untuk berkoordinasi dengan pasukan konvensional dan negara-negara sekutu. Untuk mencapai sertifikasi penuh, komando yang dipimpin Inggris ini harus memenuhi lebih dari 850 kriteria penilaian.
Penilaian tersebut dilakukan secara paralel dengan latihan Hyperion Storm, di mana Satuan Tugas Laut, Darat, dan Udara Inggris diuji pada misi inti. Pasukan Komando ke-42 Marinir Kerajaan dan Batalyon Ranger ke-4 Angkatan Darat (4 RANGER) memainkan peran kunci dalam skenario operasional.
Selain pasukan Inggris, SOCC juga secara langsung mengkomandoi Satuan Tugas Darat Spanyol, yang dengan jelas menunjukkan sifat multinasional dari ARF. Perencana militer Inggris menekankan bahwa kemampuan untuk mengkomandoi pasukan non-Inggris adalah faktor kunci dalam memastikan komando tersebut beroperasi sebagai struktur NATO yang sebenarnya.
Menurut para pejabat pertahanan Inggris, pengambilalihan komando Satuan Tugas Operasi Khusus ARF tidak hanya memiliki signifikansi militer tetapi juga nilai politik dan strategis yang penting. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang London terhadap NATO dan menegaskan posisi Inggris sebagai salah satu pilar utama Aliansi dalam operasi khusus dan respons cepat.




