Kemnaker dan Shopee Luncurkan Pelatihan Instruktur Affiliate untuk Tingkatkan Keterampilan Digital
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng Shopee Indonesia untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi digital.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate dengan instruktur tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program ini dirancang untuk menjawab kesenjangan keterampilan digital, khususnya dalam pemanfaatan platform e-commerce sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebanyak 100 peserta hadir dalam kegiatan ini, mereka berasal dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di berbagai wilayah Indonesia.
Selama tiga hari (11-13 Februari 2026), mereka dibekali materi ekosistem affiliate marketing oleh trainer dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee. Peluncuran program dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di BBPVP Bekasi, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Yassierli menilai transformasi dunia kerja menuntut tenaga kerja untuk beradaptasi dengan cepat.
“Transformasi dunia kerja menuntut kita untuk terus beradaptasi. Program Training of Trainers Shopee Affiliate ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Menurut Yassierli, pola kerja berubah cepat dan tidak semua peluang lahir dari pekerjaan formal. Karena itu pelatihan digital praktis dinilai bisa menjadi pintu masuk masyarakat memperoleh penghasilan.
Dia menambahkan, instruktur yang dilatih nantinya diharapkan tidak berhenti pada pelatihan internal. Mereka akan mengajarkan kembali materi tersebut kepada pencari kerja dan masyarakat di daerah masing-masing.
“Kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta seperti ini menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan kompetensi tenaga kerja nasional. Kami berharap program ini dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini.
"Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur balai vokasi tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah,” kata Radynal.
Shopee menargetkan Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee dapat melatih 500 pengajar hingga akhir 2026. Target tersebut diharapkan memperluas jangkauan pelatihan vokasi digital di berbagai wilayah Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan kepada jutaan pelaku usaha. Program ini mencatat lebih dari 350.000 jam pelatihan dengan hampir 400 modul pembelajaran.
Salah satu materi yang rutin diperkenalkan adalah skema Shopee Affiliate, yang memberikan gambaran peluang ekonomi digital sekaligus alternatif penghasilan baru.
Melalui kerja sama ini, Kemnaker berharap semakin banyak masyarakat dapat mengakses pelatihan keterampilan digital dan memanfaatkan peluang ekonomi secara produktif.
Kedua pihak juga berkomitmen memperkuat kolaborasi pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, agar tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi adaptif serta daya saing di tengah pertumbuhan ekonomi digital.




