Latar News - Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, menyatakan bahwa Rusia berencana memprovokasi Polandia dan negara-negara Baltik dengan mengincar infrastruktur penting di negara anggota NATO.
Nauseda mengungkapkan bahwa informasi mengenai rencana provokasi tersebut diperoleh dari badan intelijen Lithuania. Ia menilai tindakan Rusia merupakan upaya untuk menguji pertahanan NATO dan mengkhawatirkan adanya operasi kinetik yang dapat diarahkan ke infrastruktur strategis.
Menanggapi situasi ini, Nauseda menekankan bahwa Lithuania akan mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk peningkatan penjagaan di infrastruktur penting untuk menghadapi potensi serangan. Sebelumnya, Lithuania juga telah mengumumkan rencana untuk mencabut larangan penempatan senjata nuklir sebagai respons terhadap ketegangan yang meningkat akibat ancaman Rusia.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menanggapi tuduhan Lithuania dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan upaya untuk memanipulasi opini publik di Lithuania. Ia menekankan bahwa Rusia menolak tuduhan ini dan menganggapnya sebagai bagian dari kampanye propaganda anti-Rusia yang telah berlangsung.
Pada 14 Juli 2026, Lithuania telah mengalami perubahan kepemimpinan dengan pelantikan pemerintahan baru yang dipimpin oleh Partai Sosial Demokrat dan Perdana Menteri Mindaugas Sinkevičius. Meskipun terjadi perubahan pemerintahan, Lithuania tetap berkomitmen untuk mendukung NATO dan menginginkan penempatan tentara Amerika Serikat di wilayahnya.