Latar News - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi 10 calon wisudawan terbaik dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII yang berasal dari berbagai latar belakang. Penghargaan ini menegaskan bahwa prestasi yang diraih merupakan hasil dari kemampuan dan kerja keras, bukan faktor ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dalam kesempatan ini, Tito mengundang 10 calon wisudawan terbaik untuk berdialog dan mengetahui latar belakang keluarga mereka.
Calon wisudawan terbaik tersebut berasal dari beragam latar belakang, termasuk anak petani, pedagang, tenaga pendidik, wiraswasta, serta anggota TNI dan Polri. Tito menyatakan bahwa peraih peringkat pertama berasal dari keluarga sederhana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ada juga yang memiliki orang tua yang membuka warung. Salah satu perhatian utama Tito adalah Aji Bayu Ramadhan, yang meraih penghargaan Kartika Astha Brata sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84. Aji menempuh pendidikan di Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan bercerita bahwa ayahnya bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.
Tito menekankan bahwa latar belakang keluarga tidak menjadi penghalang dalam meraih prestasi. Ia juga membagikan pengalamannya sendiri sebagai motivasi bagi para calon wisudawan, menyebutkan bahwa ia pun berasal dari keluarga sederhana.