Mendagri: Isu SARA Tak Lagi Jadi Masalah Utama di Masyarakat
Sumber Foto: Wajah Batam News
Latar Isu

Mendagri: Isu SARA Tak Lagi Jadi Masalah Utama di Masyarakat

Latar News - Indonesia mengalami pergeseran pandangan terhadap isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), yang kini dianggap bukan lagi persoalan utama dalam kehidupan berbangsa. Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang mencatat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin dari latar belakang minoritas.

Awal Kejadian

Pergeseran paradigma masyarakat Indonesia terlihat dalam cara mereka memilih pemimpin. Masyarakat kini lebih mengutamakan kemampuan, integritas, dan visi pemimpin ketimbang kesamaan identitas. Istilah “era kiwari” mencerminkan perubahan ini, di mana fokus lebih pada kemajuan dan kesejahteraan.

Perkembangan

Contoh konkret dari perubahan ini dapat dilihat pada kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda di Maluku Utara. Meskipun berasal dari etnis Tionghoa dan beragama non-mayoritas, ia berhasil mendapatkan dukungan luas dari masyarakat mayoritas beragama Islam. Ini menunjukkan bahwa identitas etnis dan agama tidak lagi menjadi penghalang bagi seorang pemimpin untuk diterima masyarakat.

Kondisi Terakhir

Di berbagai daerah lainnya, pemimpin dari latar belakang minoritas juga menunjukkan keberhasilan dalam menjalankan pemerintahan. Masyarakat semakin fokus pada kompetensi dan dedikasi pemimpin dalam meningkatkan kesejahteraan. Tito Karnavian menegaskan bahwa negara harus menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat, dan perbedaan identitas seharusnya dikelola untuk kemajuan bangsa. Pergeseran ini merupakan langkah positif menuju Indonesia yang lebih inklusif dan toleran.