Latar News - NATO secara resmi mengumumkan pemilihan GlobalEye, pesawat peringatan dini buatan Swedia, untuk menggantikan armada E-3 Sentry. Keputusan ini diambil pada KTT NATO di Ankara, Turki, dan melibatkan 11 negara sekutu yang sepakat untuk mengalihkan penggunaan dari pesawat Amerika Serikat ke platform GlobalEye.
Selama 44 tahun, armada E-3 Sentry berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pengawasan untuk NATO. Namun, keusangan pesawat berbasis Boeing 707 ini memaksa aliansi mencari alternatif. Awalnya, pada tahun 2023, NATO mempertimbangkan Boeing E-7A Wedgetail sebagai penerus, tetapi rencana tersebut terhambat oleh pembatalan program pengadaan di AS pada tahun fiskal 2026.
Setelah penarikan diri AS dari program E-7, negara-negara Eropa menghadapi kekosongan finansial dan strategis. Tanpa dukungan biaya dari Washington, pengadaan E-7 menjadi tidak ekonomis bagi negara-negara anggota. Pada November 2025, Kementerian Pertahanan Belanda menyatakan bahwa pengadaan Wedgetail tidak lagi layak. Sebagai alternatif, GlobalEye dipilih karena keunggulan teknologinya dan kemampuan multi-misi yang mencakup pengawasan di udara, laut, dan darat.
GlobalEye, yang dibangun di atas kerangka pesawat Bombardier Global 6500, dilengkapi dengan radar Erieye-ER dan mampu mendeteksi target dengan penampang radar rendah. Efektivitas teknologi ini terbukti dalam konflik di Ukraina, di mana radar Erieye membantu mendeteksi ancaman dengan baik. Meskipun AS menghidupkan kembali program E-7 Wedgetail pada Maret 2026, negara-negara NATO di Eropa memilih untuk melanjutkan dengan GlobalEye, yang diharapkan dapat dikirimkan pada tahun 2030, menggantikan E-3 Sentry yang akan dipensiunkan pada tahun 2035.