Latar News - Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, menegaskan bahwa komitmen pemimpin menjadi kunci keberhasilan Reformasi Birokrasi (RB) dan pembangunan Zona Integritas (ZI) untuk mencapai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ia menyampaikan hal ini dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Zona Integritas TNI AD Tahun 2026 di Jakarta.
Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh para Kasdam, Irdam, serta Asisten Perencanaan Kotama jajaran TNI AD. Dalam pemaparannya, Mayjen TNI Primadi menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam membangun Zona Integritas yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Divisi Infanteri 2 Kostrad telah berhasil meraih predikat WBK, yang diikuti oleh seluruh satuan Brigade dan Resimen di bawahnya secara berturut-turut sejak 2022 hingga 2025. Prestasi ini mencerminkan konsistensi dalam tata kelola organisasi yang profesional. Implementasi Reformasi Birokrasi juga dinyatakan memberikan manfaat nyata, termasuk peningkatan kualitas tata kelola, peluang peningkatan tunjangan kinerja, dan dukungan pembangunan rumah dinas prajurit.
Divif 2 Kostrad terus berupaya meningkatkan profesionalisme prajurit melalui peningkatan kualitas latihan dan kesiapsiagaan operasi. Dengan tata kelola yang baik, organisasi ini bertujuan untuk mempertahankan predikat WBK dan memastikan kesiapan dalam melaksanakan tugas Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang. Komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan prajurit dan keluarga.