Pemanfaatan Teknologi Siklotron untuk Inovasi Riset Biologi Molekuler dan Kedokteran Presisi
Teknologi

Pemanfaatan Teknologi Siklotron untuk Inovasi Riset Biologi Molekuler dan Kedokteran Presisi

Latar News - Imam Kambali, Dosen Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memaparkan pemanfaatan teknologi nuklir dalam riset biologi, khususnya biologi molekuler dan pengembangan kedokteran presisi, dalam Seminar Nasional Pendidikan Biologi (SEMBIO XXII) 2026 di Surakarta.

Awal Kejadian

Pada seminar yang diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Imam menjelaskan bahwa siklotron berfungsi sebagai akselerator partikel melingkar yang mempercepat partikel bermuatan hingga berenergi tinggi untuk menghasilkan radioisotop medis. Radioisotop ini digunakan sebagai penanda (radiotracer) dalam pencitraan molekuler, termasuk Positron Emission Tomography (PET), yang memungkinkan pengamatan proses biologis pada tingkat molekul.

Perkembangan

Imam menjelaskan bahwa teknologi ini mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari pendekatan umum menjadi pengobatan yang lebih personal. Berbagai radioisotop, seperti Fluor-18, Galium-68, Tembaga-64, dan Zirkonium-89, digunakan dalam penelitian untuk mempelajari ekspresi gen, interaksi protein, imunologi, metabolisme sel, angiogenesis, dan biologi kanker. Perkembangan radiotracer membuka peluang dalam pengembangan diagnostik dan terapi yang lebih akurat. Selain itu, aplikasi teknologi nuklir berkontribusi pada riset ilmu hayati melalui pelabelan biomolekul dan pengembangan antibodi serta peptida bertanda radioaktif.

Kondisi Terakhir

Imam menekankan bahwa penguasaan teknologi siklotron bukan hanya meningkatkan kapasitas fasilitas riset, tetapi juga merupakan lompatan paradigma bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara biolog, fisikawan, kimiawan, tenaga medis, dan peneliti lintas disiplin untuk mewujudkan kedokteran presisi. Seminar ini diharapkan memberikan wawasan tentang peran teknologi nuklir dalam riset biologi dan mendorong kolaborasi multidisiplin untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

You can share this post!