Pengaruh Budaya Komunikasi Terhadap Keberhasilan E-Government di Desa
Ikom.umsida.ac.id -- Transformasi digital di tingkat desa kerap dipahami sebagai langkah progresif menuju pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
Di Kabupaten Sidoarjo, pemerintah daerah telah mengembangkan inovasi berbasis e-government melalui aplikasi SIPRAJA sebagai sistem layanan administrasi desa berbasis digital.
Namun penelitian yang dilakukan Dr Totok Wahyu Abadi MSi menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi tersebut tidak semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan sangat dipengaruhi oleh budaya komunikasi organisasi di dalam pemerintahan desa.
Hasil penelitian menemukan bahwa budaya komunikasi organisasi berpengaruh signifikan sebesar 84,6 persen terhadap kualitas pelayanan administrasi desa (Adjusted R Square 0,846).
Angka ini menegaskan bahwa komunikasi internal, pola koordinasi, serta kesiapan aparatur memiliki peran sentral dalam menentukan apakah transformasi digital benar-benar meningkatkan mutu layanan publik atau justru menimbulkan hambatan baru.
Secara konseptual, SIPRAJA dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor desa.
Namun implementasinya belum berjalan optimal. Sosialisasi aplikasi masih terbatas sehingga pemahaman masyarakat terhadap fitur dan manfaatnya relatif rendah.
Akibatnya, sebagian warga tetap memilih layanan konvensional.
Kendala juga muncul dari sisi aparatur desa. Tidak semua perangkat memiliki literasi digital yang memadai untuk mengelola aplikasi dan menjelaskan prosedur kepada warga.




