Pertumbuhan Ekonomi Digital ASEAN Capai USD2 Triliun Berkat DEFA
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN mencapai USD2 Triliun. Hal ini karena adanya dukungan dari ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) serta penerapan Local CurrencyTransaction (LCT) yang mulai berkembang.
"Digitalisasi tanpa DEFA, ekonomi digital ASEAN di 2030 hanya USD1 triliun. Dengan DEFA aman naik ke USD2 triliun," ujar Airlangga dalam forum bertajuk 1 Tahun Prabowo-Gibran: Optimismon 8% Economic Growth di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sejatinya menunjukkan nilai positif. Hal ini ditunjukkan dengan peran DEFA dalam meningkatkan ekonomi ASEAN.
"Salah satu kenapa kita optimistis, karena LCT kita sudah dipakai di berbagai negara termasuk ASEAN, UAE, dan Jepang. Pengguna (masyarakat Indonesia) menggunakan transaksi lokal di berbagai negara tersebut," ujar Airlangga.
Dia menambahkan pertumbuhan ekonomi digital ini juga didukung dengan transisi masyarakat Indonesia yang sudah aktif menggunakan transaksi ekonomi digital. Salah satunya penggunaan QRIS.
"Pemegang QRIS sampai saat ini sudah sekitar 56 juta, jadi ini membuat kita optimis masyarakat sudah mulai dengan financial evolution dan menggunakan digitalisasi," pungkas Airlangga. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




