Pertumbuhan Ekonomi Digital Vietnam Capai 17% dari PDB
Menurut statistik terbaru, pangsa ekonomi digital terhadap PDB Vietnam telah mencapai sekitar 16-17% , hampir dua kali lipat dari periode sebelum Covid-19. Sektor ekonomi digital inti saja (termasuk TIK, telekomunikasi, perangkat lunak, dan konten digital) menyumbang lebih dari 8% dari PDB. Tingkat pertumbuhan ekonomi digital tetap berada di angka 20% per tahun, termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.
Salah satu亮点 (titik terang) adalah e-commerce . Pada tahun 2025, ukuran pasar e-commerce ritel Vietnam diperkirakan mencapai lebih dari 20 miliar dolar AS, meningkat sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Persentase orang yang berbelanja online melebihi 60% dari populasi, menempatkan Vietnam di antara pasar paling dinamis di kawasan ini.
Transformasi digital telah meresap secara mendalam ke dalam produksi industri dan pertanian. Tingkat penggunaan faktur elektronik oleh bisnis telah mencapai hampir 100%. Lebih dari 80% bisnis mengajukan pajak secara elektronik. Di sektor pertanian, jutaan rumah tangga petani telah mengakses platform e-commerce dan sistem pelacakan, yang membantu meningkatkan nilai produk dan memperluas pasar.
Di sektor publik, lebih dari 90% layanan publik yang memenuhi syarat telah diberikan secara daring di tingkat 4. Jumlah aplikasi daring yang diproses meningkat pesat dari tahun ke tahun, berkontribusi pada penghematan triliunan dong dalam biaya sosial. Infrastruktur digital terus berkembang, dengan cakupan 4G mencapai lebih dari 99% populasi, dan 5G telah dikomersialkan di banyak daerah besar.
Ekonomi digital tidak hanya menciptakan pertumbuhan dalam skala besar tetapi juga meningkatkan kualitas pertumbuhan . Penerapan big data, kecerdasan buatan (AI), dan komputasi awan membantu bisnis mengoptimalkan biaya, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan daya saing. Banyak perusahaan teknologi digital Vietnam telah mencatat pendapatan miliaran dolar AS, dan secara bertahap semakin terlibat dalam rantai nilai global.
Namun, masih ada ruang pertumbuhan yang sangat besar. Targetnya adalah agar ekonomi digital menyumbang sekitar 30% dari PDB pada tahun 2030. Untuk mencapai angka ini, Vietnam perlu mengatasi beberapa hambatan: kekurangan sumber daya manusia digital berkualitas tinggi, kesenjangan tingkat transformasi digital antara bisnis besar dan kecil, dan kebutuhan untuk menyempurnakan kerangka hukum bagi model bisnis baru seperti AI, data terbuka, dan ekonomi platform.
Selain itu, memastikan keamanan siber juga menjadi isu penting seiring meningkatnya jumlah serangan siber dan kebocoran data. Berinvestasi dalam infrastruktur pusat data dan komputasi awan dalam negeri serta mengembangkan ekosistem teknologi "Buatan Vietnam" dianggap sebagai solusi strategis.
Dalam konteks persaingan global yang semakin ketat, ekonomi digital merupakan kondisi penting bagi terobosan Vietnam. Jika Vietnam secara efektif memanfaatkan peluang dari teknologi baru, sekaligus memperbaiki institusi dan meningkatkan kapasitas internal, ekonomi digital akan terus membuka "ruang pertumbuhan" yang cukup luas untuk mencapai pembangunan yang cepat dan berkelanjutan dalam dekade mendatang.




