Prancis Lepas Kapal Rusia Setelah Pembayaran Denda, NATO Siaga
Pada hari Selasa, Prancis mengatakan telah melepaskan Grinch setelah pemiliknya membayar denda jutaan euro.
“Kapal Boracay meninggalkan perairan Prancis setelah membayar beberapa juta euro dan menjalani penahanan selama tiga minggu yang mahal,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di X.
“Menghindari sanksi Eropa ada harganya. Rusia tidak akan lagi dapat mendanai perangnya tanpa hukuman melalui armada hantu di lepas pantai kita,” kata Barrot.
Pada September 2025, otoritas Prancis menahan kapal lain yang terkait dengan Rusia, bernama Boracay, sebuah kapal yang mengaku berbendera Benin. Putin mengecam tindakan itu sebagai “pembajakan”.
Kapten Boracay yang berkebangsaan Tiongkok akan diadili di Prancis minggu depan.
Otoritas Uni Eropa telah mencantumkan 598 kapal yang diduga sebagai bagian dari “armada bayangan” Rusia yang dilarang memasuki pelabuhan dan layanan maritim Eropa.




