PT Mercury Strategic Luncurkan Tender Wajib Saham NATO di Harga Rp183
Sumber Foto: PintarSaham
Internasional

PT Mercury Strategic Luncurkan Tender Wajib Saham NATO di Harga Rp183

117

PT Mercury Strategic Indonesia selaku pengendali baru mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) guna mematuhi regulasi pasar modal setelah terjadinya pengambilalihan perusahaan. Langkah korporasi ini dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya 5.851.111.504 saham milik masyarakat, yang mewakili sekitar 73,129% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 18 Februari 2026, harga penawaran ditetapkan sebesar Rp183,00 per saham.

Detail Harga dan Nilai Penawaran Tender Wajib PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO)

Penetapan harga Penawaran Tender Wajib PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) sebesar Rp183 per saham didasarkan pada ketentuan Pasal 17 POJK No. 9/2018. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham NATO di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman pengambilalihan, yaitu sebesar Rp162,38 per saham.

Nilai maksimum dari total transaksi penawaran tender wajib ini mencapai Rp1.070.753.405.232 (satu triliun tujuh puluh miliar tujuh ratus lima puluh tiga juta empat ratus lima ribu dua ratus tiga puluh dua Rupiah). Pihak pengendali baru menegaskan bahwa pendanaan untuk aksi korporasi ini bersumber sepenuhnya dari kas internal perusahaan.

Pelaksanaan tender ini merupakan kelanjutan dari transaksi di Pasar Negosiasi pada 12 Desember 2025, di mana PT Mercury Strategic Indonesia membeli 2.150.000.000 saham (26,871%) milik pengendali lama, PT Karunia Berkah Jayasejahtera, dengan harga yang sama yakni Rp183,00 per saham. Dengan selesainya transaksi tersebut, kendali atas PT Surya Permata Andalan Tbk secara resmi berpindah tangan.

Jadwal dan Prosedur Pelaksanaan bagi Pemegang Saham

Masa penawaran ini akan berlangsung selama 30 hari kalender agar pemegang saham memiliki waktu yang cukup untuk berpartisipasi. Berikut adalah jadwal penting yang perlu diperhatikan oleh investor:

Tanggal Pengumuman Keterbukaan Informasi: 18 Februari 2026.

Periode Penawaran Tender Wajib: 19 Februari 2026 hingga 20 Maret 2026.

Tanggal Penutupan: 20 Maret 2026 (pukul 16.00 WIB).

Tanggal Pembayaran: 30 Maret 2026.

Pemegang saham yang berhak ikut serta adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) sebelum berakhirnya masa penawaran. Bagi pemegang saham dalam bentuk elektronik (scripless), prosedur dilakukan dengan memberikan instruksi kepada perusahaan efek atau bank kustodian masing-masing untuk melakukan pemindahan saham (withdrawal) dan menyerahkan bukti tersebut kepada Biro Administrasi Efek (BAE).

Pihak yang ditunjuk sebagai perusahaan efek untuk membantu pelaksanaan ini adalah PT KB Valbury Sekuritas, sedangkan fungsi administrasi dijalankan oleh PT Ficomindo Buana Registrar selaku BAE. Pemohon yang disetujui akan dikenakan biaya transaksi sebesar 0,25% dari nilai transaksi.

Latar Belakang dan Rencana Strategis Pengendali Baru

PT Mercury Strategic Indonesia melakukan pengambilalihan ini dengan tujuan memperkuat struktur pengendalian serta mendukung kesinambungan operasional PT Surya Permata Andalan Tbk. Pengendali baru berharap dapat menciptakan nilai tambah melalui optimalisasi proses bisnis dan pemanfaatan peluang strategis di masa mendatang.

Adapun rencana terhadap kegiatan usaha NATO mencakup pengembangan investasi pada entitas anak yang bergerak di bidang perdagangan kendaraan, suku cadang, serta jasa perawatan kendaraan. Meski demikian, PT Mercury Strategic Indonesia menyatakan tidak memiliki rencana untuk melikuidasi perseroan, mengubah kebijakan dividen, maupun menghapus pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia.

Poin Penting bagi Investor:

Harga Penawaran: Rp183 per saham, lebih tinggi dari rata-rata 90 hari terakhir (Rp162,38).

Target Saham: Maksimal 5,85 miliar lembar saham (73,129% kepemilikan masyarakat).

Sumber Dana: Kas internal PT Mercury Strategic Indonesia.

Pembatasan: Penawaran ini tidak berlaku bagi pemegang saham utama, pengendali lain, atau pihak yang telah melakukan transaksi pengambilalihan sebelumnya .

Kewajiban Saham Publik: Jika setelah tender kepemilikan pengendali baru melebihi 80%, terdapat kewajiban untuk melakukan penjualan kembali kepada masyarakat agar porsi publik minimal kembali ke 20% dalam waktu 2 tahun.

Profil Singkat Perusahaan

PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) adalah perusahaan yang berdomisili di Badung, Bali. Berdiri sejak 2015, perseroan memiliki ruang lingkup usaha di bidang pembangunan, jasa, perdagangan, dan investasi. Saat ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan adalah investasi pada entitas anak yang beroperasi di sektor perhotelan dan manajemen jasa.

Sumber informasi resmi: Laporan Keterbukaan Informasi NATO

Baca juga:

Gelar Tender Offer, Pengendali Baru NATO Patok Harga Rp 183 Per Saham

New Boga controller set mandatory tender offer at IDR 529

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Tags

investasi saham

NATO

PasarModal

PTMercuryStrategicIndonesia

Tender Offer

Share

Previous article

PTPP Sinergikan K3, ESG, dan Transportasi Hijau melalui Penanaman Pohon

Next article

Panduan Lengkap Cara Analisis Saham Bank Berdasarkan Indikator Fundamental Utama

Sinta Nastalia http://pintarsaham.id

Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

RELATED ARTICLES

Analisis Saham

Strategi Ekspansi di Balik Laporan Keuangan ERAA 2025: Laba Tumbuh Namun Arus Kas Tertekan

Analisis Saham

Analisa Saham BUVA: Laba Bersih Melonjak Drastis Didorong Struktur Ekuitas Baru

Analisis Saham

Laba Bersih Melesat 122%, Intip Kinerja Keuangan SRTG 2025 yang Solid

LEAVE A REPLY

Comment:

Name:*

Email:*

Website:

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.