Rudal R-37M Rusia Ubah Strategi Udara NATO
AIRSPACE REVIEW – Intelijen NATO melaporkan, jet tempur Su-35 dan Su-30SM2 Rusia yang dikerahkan dalam perang dengan Ukraina semakin sering dilengkapi dengan rudal udara ke udara jarak jauh R-37M berjangkauan 200 mil (lebih 320 km).
Jangkauan rudal ini lebih jauh dari rudal R-77-1 sebelumnya, kata analis pertahanan Justin Bronk dari Royal United Services Institute, dikutip Business Insider pada 17 Februari.
Bronk mencatat bahwa R-37M (NATO: AA-13 Axehead) sebelumnya menjadi persenjataan utama jet pencegat MiG-31.
Integrasi yang semakin meningkat pada pesawat tempur Su-35, jet tempur superioritas udara Rusia, menandai pergeseran operasional yang signifikan. Hal ini memaksa NATO untuk memikirkan ulang strategi udaranya.
Sumber terbuka menyebut, rudal R-37M dapat terbang menuju sasarannya dengan kecepatan hingga Mach 6 (7.408 km/jam).
Rudal dengan panjang: 4,2 m dan diameter 38 cm ini memiliki bobot peluncuran 600 kg dengan berat hulu ledak 60 kg.
Rudal menggunakan sistem navigasi inersia dengan koreksi radio, diikuti oleh pelacakan radar aktif pada fase terminal.
Bronk menilai bahwa menggabungkan rudal-rudal ini dengan jaringan pertahanan udara berbasis darat meningkatkan kompleksitas operasi udara bagi militer Barat.
Ia merujuk pada pengalaman tempur yang diperoleh pilot Rusia selama perang melawan Ukraina sebagai faktor yang dapat meningkatkan tingkat pelatihan dan efektivitas mereka dalam potensi konflik di masa depan.
Meskipun mengalami kehilangan banyak pesawat sejak dimulainya invasi skala penuh, Rusia diperkirakan masih memiliki sekitar 135 hingga 140 pesawat tempur.
Kombinasi rudal jarak jauh dan dukungan pertahanan udara terintegrasi dapat menjadikan platform ini faktor penting dalam kampanye udara di masa depan, khususnya dalam skenario koordinasi udara ke darat.
Pada saat yang sama, Bronk menekankan bahwa negara-negara Barat mempertahankan keunggulan keseluruhan yang signifikan dalam kekuatan udara, meskipun kemampuan Rusia yang terus berkembang dapat mempersulit perencanaan taktis NATO.
Sebelumnya, muncul laporan bahwa Swedia sedang mempersiapkan salah satu paket bantuan militer terbesarnya untuk Ukraina dan sedang mengadakan pembicaraan tentang kemungkinan transfer rudal udara ke udara Meteor.
Dengan perkiraan jangkauan melebihi 200 km, Meteor menawarkan “zona tanpa jalan keluar” yang jauh lebih besar daripada rudal udara ke udara konvensional, sehingga mampu mengancam pesawat yang sangat lincah, rudal jelajah, dan UAV bahkan dalam lingkungan peperangan elektronik yang kompleks.
Dibandingkan dengan rudal MBDA Meteor yang berjangkauan 150-200 km, pengamat menilai rudal R-37M lebih unggul dalam hal jarak jangkau.
Namun demikian, R-37M menggunakan sistem penggerak Solid-Fuel Rocket (Dual-pulse), sementara Meteor menggunakan Throttleable Ramjet.




