Sekjen NATO: Rusia Beruang Perkasa yang Lambat Seperti Siput
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Sekjen NATO: Rusia Beruang Perkasa yang Lambat Seperti Siput

BRUSSELS, KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengejek narasi yang menggambarkan Rusia sebagai “beruang perkasa” dalam perang melawan Ukraina.

Ia menilai gambaran tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di medan tempur.

Menurutnya, pasukan Rusia justru mengalami kerugian besar dan bergerak lambat, yang kemudian ia ibaratkan seperti siput taman.

Sekjen NATO ejek Rusia

Berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan sejumlah pejabat Eropa di Munich pada Jumat (13/2/2026), Rutte mengatakan, Rusia terus menanggung kerugian besar setiap hari dalam perang melawan Ukraina.

“Rusia mengalami kerugian yang sangat besar, hari demi hari. 35.000 tewas pada Desember. 30.000 tewas pada Januari,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Rusia ingin dipersepsikan sebagai kekuatan besar yang menakutkan. Namun, menurutnya realitas di lapangan berbeda jauh.

“Mereka ingin kita memandang Rusia sebagai beruang perkasa, tetapi Anda bisa berargumen bahwa mereka bergerak melalui Ukraina dengan kecepatan tersendat seperti siput taman. Dan jangan lupakan itu. Jangan sampai kita terjebak propaganda Rusia,” kata Rutte.

NATO tingkatkan dukungan untuk Ukraina

Lihat Foto

Rutte menyebut, terdapat kesepakatan luas di antara para menteri pertahanan NATO untuk melanjutkan dan meningkatkan dukungan kepada Ukraina.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama antara NATO dan Uni Eropa semakin kuat, terutama dalam isu bantuan untuk Ukraina.

“Saya pikir kerja sama antara NATO dan Uni Eropa mungkin tidak pernah sekuat hari ini,” ujarnya.

Perubahan sikap negara-negara Eropa

Rutte mengatakan ia merasakan adanya “pergeseran pola pikir” di dalam aliansi, khususnya di Eropa. Ia menyinggung bahwa selama bertahun-tahun Amerika Serikat mengeluhkan rendahnya belanja pertahanan negara-negara Eropa.

“Kami mengalami bertahun-tahun, puluhan tahun keluhan dari Amerika Serikat tentang fakta bahwa di Eropa kami tidak membelanjakan cukup untuk pertahanan. Itu telah berubah dengan KTT di Den Haag,” kata Rutte.

Menurutnya, negara-negara Eropa kini semakin mengambil tanggung jawab atas keamanan mereka sendiri dan memainkan peran kepemimpinan yang lebih besar dalam NATO.

“Ini benar-benar perubahan yang luar biasa, dan ini akan membuat NATO kuat karena artinya Eropa yang kuat dan NATO yang kuat berarti ikatan transatlantik akan lebih kuat dari sebelumnya,” tegasnya.