Latar News - Serial komedi terbaru Will Ferrell, The Hawk, dinilai tidak mampu menyuguhkan humor yang segar dan relevan, meskipun menggandeng elemen nostalgia dari era komedi 2000-an.
The Hawk mengisahkan Lonnie Hawkins, seorang pegolf yang pernah mengalami kekalahan beruntun, namun tetap berpegang pada sikapnya yang tidak peduli. Karakter ini diperkenalkan dengan visual yang mencolok, menampilkan gaya berpakaian yang mencolok dan pencitraan yang kuat. Meskipun dengan latar belakang kegagalan, Hawkins tetap berkarisma dan maverick, menciptakan keributan di setiap kesempatan.
Dalam perjalanan ceritanya, Hawkins bersaing dengan putranya, Lance, dan saingan lamanya, Golden Fisk, di AS Terbuka. Karakter Hawkins digambarkan sebagai sosok yang egois dan menjengkelkan, sementara Lance juga tidak lebih simpatik. Komedi dalam serial ini mengandalkan lelucon yang terasa kuno dan berpotensi menyinggung, termasuk lelucon tentang orientasi seksual dan penggunaan bahasa yang kasar, yang tampaknya tidak relevan dengan perkembangan zaman saat ini.
The Hawk dianggap gagal dalam menyampaikan komedi yang tajam, dengan naskah yang terasa umum dan kurang spesifik. Serial ini tidak berhasil mengolok-olok tema tertentu, termasuk golf, yang membuatnya kehilangan kekuatan dalam genre komedi. Dengan demikian, The Hawk lebih menjadi pengingat bahwa kejayaan komedi masa lalu sulit untuk dihidupkan kembali.