BPS: Pengangguran Terbuka Indonesia Capai 7,35 Juta dengan Rata-rata Upah Rp3,33 Juta
RADARBANGSA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Angka tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,74 persen dari total angkatan kerja nasional.
Menurut laporan BPS yang dipublikasikan Rabu (5/2/26), data ini menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja nasional di tengah dinamika pemulihan ekonomi sepanjang 2025. Jumlah penganggur berasal dari angkatan kerja yang belum terserap secara optimal di berbagai sektor usaha.
Baca juga : BPS Catat Pekerja RI Capai 147,91 Juta Orang, Pengangguran Menurun
Selain pengangguran, BPS juga mencatat rata-rata upah buruh per bulan pada November 2025 sebesar Rp3,33 juta. Nilai tersebut mencakup upah pokok dan tunjangan tetap yang diterima pekerja, khususnya di sektor formal.
BPS menjelaskan bahwa besaran upah buruh masih bervariasi antarwilayah dan sektor ekonomi. Sektor industri pengolahan, pertambangan, serta jasa keuangan tercatat memiliki tingkat upah yang relatif lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya.
Baca juga : Isu Pertek Impor TPT Mengemuka, Kemenperin Pastikan Proses Transparan
Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja Indonesia pada November 2025 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif masuk ke pasar tenaga kerja.
Namun demikian, BPS mencatat sebagian besar penduduk bekerja masih berada di sektor informal, yang umumnya memiliki tingkat pendapatan dan perlindungan kerja lebih rendah. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kualitas tenaga kerja dan kesejahteraan pekerja nasional.
Data pengangguran terbuka dan rata-rata upah buruh ini menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan kualitas pekerjaan di Indonesia.




