Haadiya Syar'i: Busana Muslim Syar'i Berkonsep Slow Fashion yang Nyaman
lihat foto
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
BUSANA MUSLIM - Haadiya Syar’i, brand busana muslim yang sangat personal, sarat refleksi diri, sekaligus membawa pesan spiritual yang nyaman dipakai sehari-hari.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
Ringkasan Berita:
Haadiya Syar’i hadir sebagai brand modest fashion lahir dari perjalanan spiritual pendirinya, Alia Karenina.
Mengusung konsep slow fashion, Haadiya merilis koleksi terbatas, menggunakan natural fabric yang adem dan breathable.
Setiap koleksi Haadiya sarat makna spiritual dan refleksi hidup, seperti “One Path” yang merepresentasikan tauhid.
Haadiya juga menjadi ruang kolaborasi dan komunitas muslimah, mendorong perempuan berkarya sesuai syariat.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Industri modest fashion tanah air kedatangan warna baru dengan hadirnya Haadiya Syar'i. Lebih dari sekadar bisnis pakaian, brand ini lahir sebagai bentuk perjalanan spiritual dan refleksi pribadi sang pendiri, Alia, yang memaknai Haadiya sebagai sebuah "hadiah".
Perjalanan spiritual setiap orang selalu memiliki kisahnya sendiri.
Bagi Alia Karenina, perjalanan hijrah bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan proses panjang yang lahir dari pergulatan batin, kehilangan, hingga pencarian makna hidup.
Dari fase tersebut kemudian lahir Haadiya Syar’i, brand busana muslim yang sangat personal, sarat refleksi diri, sekaligus membawa pesan spiritual.
Ia mengatakan brand tersebut lahir dari kebutuhan pribadi mencari busana syar’i yang nyaman dipakai sehari-hari, terutama karena aktivitasnya yang masih sering bolak-balik Jakarta–Bandung.
Perbedaan cuaca membuatnya membutuhkan pakaian yang adem, ringan, dan tidak gerah.
Baca juga: Jelang Ramadan 1447 Produsen Busana Muslim Tambah Stok dan Koleksi Baru Kebutuhan Ibadah
Oleh karena itu Haadiya banyak menggunakan natural fabric yang lebih breathable, flowy, serta minim listrik statis dibanding bahan sintetis seperti polyester.
Berbeda dengan banyak brand modest fashion yang bergerak cepat mengikuti tren, Haadiya justru mengusung konsep slow fashion.
Koleksi dirilis terbatas, sekitar dua hingga tiga kali setahun, dengan harapan setiap busana memiliki nilai emosional dan tidak sekadar konsumsi sesaat.
“Saya menghindari ornamen berlebihan, aksesoris mencolok, atau detail yang terlalu ramai. Selain faktor kenyamanan, pendekatan ini juga selaras dengan nilai kesederhanaan dalam berpakaian syar’i,” ujarnya.
Alia menjelaskan secara konsep desain, Haadiya menghadirkan koleksi yang berbeda misalnya “One Path” dimana koleksi ini tampil dengan garis tegas dan desain minimalis yang merepresentasikan tauhid serta keteguhan langkah spiritual kepada Allah.
Lalu ada juga “The Shape That Influenced Me” yang tenspirasi perjalanan hidup Alia yang pernah tinggal di berbagai negara seperti India, Jepang, dan London.
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
1 2 3 4
Tags
tren busana muslim
busana syari
busana muslim
Tribunjabar.id
Rekomendasi untuk Anda
Baca Juga
Pasar Baru Bandung Dipadati 'Pemburu' Baju Lebaran, Ada yang Rela Berangkat Subuh dari Garut
Momentum Ramadhan, UMKM Fesyen Muslim Didorong Perluas Pasar
Ratusan Brand Hadir, Pengunjung Berburu Baju Lebaran Lokal di Trademark Market Bandung
Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi
Tren Gaya Busana Muslim Ramadhan di The Edit Bandung Tahun Ini, dari Daily hingga Baju Raya
Video Pilihan
Sahanan Tewas Diterkam Harimau, Jasad Ditemukan di Dalam Hutan dengan Kondisi Mengenaskan
Ikuti kami di




