KPU Jakarta Umumkan Tujuh Panelis untuk Debat Pertama Pilkada 2024
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah mengumumkan tujuh panelis yang akan terlibat dalam Debat Pilkada Jakarta 2024. Pemilihan panelis ini dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang kepakaran yang beragam dari masing-masing individu.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jakarta, Astri Megatari, menjelaskan bahwa panelis tersebut berasal dari berbagai bidang keilmuan. "Untuk debat pertama akan ada tujuh orang panelis dari berbagai macam unsur bidang keilmuan," ujarnya saat ditemui di kantor KPU Jakarta pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Selain pengumuman panelis, KPU Jakarta juga telah menetapkan tema untuk debat pertama, yaitu "Penguatan SDM dan Transformasi Menjadi Kota Global." Astri berharap tema ini dapat mendorong pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk mengemukakan program-program yang relevan dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, kaum marginal, dan penyandang disabilitas.
"Bagaimana paslon dapat memiliki program untuk perempuan, anak, kaum marginal, dan disabilitas," ungkap Astri. Ia juga menekankan bahwa visi misi yang dihadirkan harus mencerminkan arah Jakarta sebagai kota global di masa depan.
Profil Tujuh Panelis
- Gun Gun Heryanto: Pakar komunikasi politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang sebelumnya juga menjadi panelis dalam Debat Perdana Pilpres 2024.
- Beky Mardani: Tokoh Betawi yang pernah menjabat sebagai Koordinator Liputan Daerah di SCTV dan aktif dalam organisasi mahasiswa.
- Siti Zuhro: Peneliti politik di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan fokus pada desentralisasi dan demokrasi lokal.
- Nurliah Nurdin: Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta dan guru besar dalam program studi Administrasi Pembangunan Negara.
- Ahsanul Minan: Pakar hukum tata negara dan akademisi yang baru meraih gelar doktor dengan fokus pada pertanggungjawaban kepala daerah.
- Didik Soeharyanto: Rektor Universitas Bung Karno, yang dikenal aktif memberikan pandangan mengenai pemilihan umum di Indonesia.
- Andhyta Firselly Utami: Co-Founder Think Policy Society dan ekonom lingkungan di World Bank, berpendidikan dari Harvard University dan Universitas Indonesia.




