BPIP Tegaskan Proses Seleksi Paskibraka di Sulsel Sesuai Aturan
Latar News - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan bahwa proses seleksi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026 di Sulawesi Selatan tidak melibatkan diskriminasi. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala BPIP Rima Agristina yang memastikan bahwa lembaganya memantau seluruh proses seleksi tersebut.
Awal Kejadian
Proses seleksi calon anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan menjadi sorotan publik setelah seorang peserta berinisial CYL, yang sebelumnya masuk dalam tiga besar calon anggota Paskibraka nasional, digantikan oleh peserta lain secara mendadak. Pengganti CYL disebut tidak masuk dalam daftar 10 besar, menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan proses seleksi.
Perkembangan
Rima Agristina menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah memberikan penjelasan terkait isu yang muncul. BPIP juga telah mengirim tim untuk memverifikasi proses seleksi agar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi, menambahkan bahwa proses seleksi berlangsung secara profesional dan obyektif, tanpa memandang suku, agama, ras, atau latar belakang tertentu. Ia menyatakan bahwa semua peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional yang telah ditetapkan.
Kondisi Terakhir
Meski BPIP telah memberikan klarifikasi, polemik mengenai penggantian CYL tetap menjadi perbincangan. Proses seleksi ini menciptakan perhatian masyarakat, terutama terkait dengan transparansi dan keadilan dalam seleksi anggota Paskibraka nasional.




