Pedagang Pasar Baru Bandung Gelar Munggahan dan Siapkan Fashion Terbaru untuk Ramadan
Sumber Foto: Zona Priangan
Lifestyle

Pedagang Pasar Baru Bandung Gelar Munggahan dan Siapkan Fashion Terbaru untuk Ramadan

ZONA PRIANGAN - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, para pedagang Pasar Baru Bandung menggelar tradisi munggahan dengan makan bersama atau botram, Minggu 15 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus simbol kekompakan para pedagang lintas agama di pusat perbelanjaan legendaris Kota Bandung itu.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, mengaku terharu dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para pedagang. Menurutnya, tradisi munggahan tidak hanya diikuti pedagang muslim, tetapi juga mendapat dukungan dari pedagang non-muslim.

“Acara munggahan ini untuk menjalin silaturahmi, tidak sebatas muslim. Justru non-muslim ikut mendukung tenaga dan dana. Toleransi sesama pedagang cukup tinggi,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, selain mempererat kebersamaan, para pedagang juga telah mempersiapkan berbagai upaya untuk memberikan pelayanan maksimal selama Ramadan. Mulai dari peningkatan kebersihan, keamanan, hingga kenyamanan pengunjung.

“Kami mempersiapkan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung Pasar Baru selama Ramadan,” katanya.

Hadirkan Program Unggulan dan Harga Promo

Sekretaris Jenderal HP2B, Yenda, menyebutkan bahwa tradisi munggahan sudah menjadi agenda tahunan yang sarat nilai kebudayaan dan kearifan lokal.

“Ini merupakan acara silaturahmi dan saling memaafkan. Di samping itu, kami juga membuat program unggulan untuk Pasar Baru, seperti menyediakan model-model baru fashion, show window, pelayanan khusus, dan harga khusus,” ujar Yenda.

Ia menjelaskan, selama Ramadan sejumlah toko akan menawarkan harga promo untuk menarik minat pembeli. Meski kebijakan diskon diserahkan kepada masing-masing pemilik toko, Yenda memastikan akan ada penawaran menarik bagi konsumen.

“Untuk menarik pengunjung selama Ramadan ada harga khusus atau harga promo. Nanti tergantung kebijakan masing-masing pemilik toko, tapi yang pasti itu ada,” katanya.

Tren Busana Muslim 2026: Seersucker dan Tencel

Memasuki Ramadan, pedagang memperbanyak stok busana muslim seperti baju koko, gamis, serta perlengkapan salat dengan model terbaru dan mengikuti tren.

“Ada beberapa desain yang belum kami keluarkan. Khusus Ramadan nanti akan keluar desain-desain baru, jadi silakan kunjungi outlet-outlet kami di Pasar Baru,” ujar Yenda.

Ia optimistis Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan Pasar Baru setelah melewati masa sulit pascapandemi Covid-19.

“Kalau dilihat dari tren saat ini, insyaallah tahun ini kita bisa rebound. Ini momentum Pasar Baru untuk bangkit setelah tahun-tahun pasca-Covid,” ungkapnya.

Dari sisi tren bahan, Yenda menyebut material seersucker atau yang dikenal sebagai “seal” serta tencel diprediksi menjadi primadona. Untuk bahan tencel yang sebagian besar masih impor, harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp700 ribu. Sementara bahan seal dibanderol mulai Rp175 ribu, dengan segmen lain di kisaran Rp250 ribu.

Adapun tren warna tahun ini mengarah pada nuansa lembut dan natural. Warna kulit, putih kekuningan, hingga krem atau yang populer disebut “warna bumi” diperkirakan mendominasi pilihan konsumen.

Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisata Belanja

Yenda menambahkan, pengunjung Pasar Baru saat Ramadan tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga Jakarta. Bahkan, wisatawan mancanegara mulai berdatangan, khususnya dari Brunei dan Malaysia.

“Pasar Baru masih menjadi salah satu destinasi yang paling menarik di Kota Bandung. Kami akan memberikan layanan terbaik agar pengunjung meningkat,” ujarnya.